This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Monday, February 7, 2011
Task Force - Vaksinasi Hepatitis B dan Pemberian Bantuan di Kupang
Indonesian Group Gelar Task Force di Lembata
Lembata – Indonesian Group pada Januari 2011, menggelar Task Force serentak di sejumlah wilayah di Indonesia, yakni di provinsi NTT, kegiatan dilaksanakan di RSUD Lewoleba, Jumat (14/1/2011). Selain di Lewoleba, kegiatan serupa dilaksanankan di Tentena, Kendari dan Yogyakarta. Kegiatan sosial ini berupa vaksinasi hepatitis B yang ditargetkan untuk 3000 jiwa untuk setiap wilayah, pemberian bubur kacang hijau bagi anak-anak, kaos dan pin kepedulian untuk seluruh peserta yang diperkirakan sekitar 12.000 orang.
Di Lembata, aksi sosial ini didukung oleh tim dokter ahli dan para medis, dibantu dari dinas kesehatan. Kegiatan dibuka oleh Asisten II Sekkab Drs.Benardus Boli Hipir. Vaksin untuk mencegah hepatitis B ini sangat diperlukan. Negara maju seperti di Amerika pun puluhan ribu warganya meninggal akibat dari terjangkit hepatitis B, penyakit ini menyerang hati penularannya mirip HIV/AIDS yakni melalui transfusi darah dan hubungan seksual. Gejalanya berupa demam selama beberapa hari disertai rasa mual dan letih. Bola mata dan kuku berwarna kekuningan serta air seni berwarna keruh. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali yakni bulan ke 0, 1 dan 6 dan diulang kembali setelah berumur 5-10 tahun.
Untuk wilayah Indonesia timur seperti Tentena, Kendari dan Kupang, jauh-jauh hari team Indonesian Group telah melakukan koordinasi dengan baik bersama relawan daerah, mengingat medan yang akan dilalui tidak semulus jalan tol di Jakarta.
Sementara itu Fenty Widyawati selaku Ketua Indonesian Group on MDGs mengungkapkan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari upaya pencapaian MDGs 2015. Seluruh team selain koordinator dari IG on MDGs juga melibatkan para mahasiswa sudah berangkat menuju daerah sejak hari Senin 10 Januari 2011, dan diharapkan dapat melakukan tugasnya dengan baik. (*/amy).
Pos Kupang
Tuesday, January 25, 2011
Saturday, January 15, 2011
1500 Anak Terdampak Erupsi Merapi Divaksinasi
SLEMAN: Sekitar 1.500 anak terdampak bencana erupsi Merapi, hari ini mendapat vaksinasi Hepatitis B di dusun Cakran Wukirsari Cangkringan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan kekebalan pada anak usia 5-12 tahun terhadap penyakit hati pasca bencana alam.
Koordinator kegiatan vaksinasi dari Indonesian Group On MDGs, Cece mengatakan, penyakit hati penyebarannya sama seperti HIV/AIDS. Dengan vaksinasi hepatitis B tersebut, diharapkan anak-anak lereng Merapi terhindar dari penyakit hati pasca erupsi.
"Anak-anak disini rawan terkena penyakit hati karena habis kena erupsi. Target awal 3.000 anak tapi karena kondisi menjadi setengahnya sebanyak 1500 anak," katanya di sela acara vaksinasi, Kamis (13/1).
Kegiatan yang melibatkan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul tersebut dilakukan selama dua hari yakni Kamis (13/1) dan Jumat (14/1). Berada di 10 titik di Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak. Vaksinasi dilakukan oleh tim medis dengan cara suntik.
Kegiatan dilakukan di rumah penduduk dusun Cakran, SD Negeri (SDN) Jambon 1, SDN Jambon 2, SDN Pencar, SDN Bronggang, SDN Gungan, SDN Banaran, SD Muhammadiyah Cepit, SDN Srunen dan SDN Glagaharjo.
Koordinator kegiatan vaksinasi dari Indonesian Group On MDGs, Cece mengatakan, penyakit hati penyebarannya sama seperti HIV/AIDS. Dengan vaksinasi hepatitis B tersebut, diharapkan anak-anak lereng Merapi terhindar dari penyakit hati pasca erupsi.
"Anak-anak disini rawan terkena penyakit hati karena habis kena erupsi. Target awal 3.000 anak tapi karena kondisi menjadi setengahnya sebanyak 1500 anak," katanya di sela acara vaksinasi, Kamis (13/1).
Kegiatan yang melibatkan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul tersebut dilakukan selama dua hari yakni Kamis (13/1) dan Jumat (14/1). Berada di 10 titik di Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak. Vaksinasi dilakukan oleh tim medis dengan cara suntik.
Kegiatan dilakukan di rumah penduduk dusun Cakran, SD Negeri (SDN) Jambon 1, SDN Jambon 2, SDN Pencar, SDN Bronggang, SDN Gungan, SDN Banaran, SD Muhammadiyah Cepit, SDN Srunen dan SDN Glagaharjo.
Ketua Indonesian Group on MDGs Fenty Widyawati yang tengah berada di Makassar mengatakan, “Saya berterima kasih kepada seluruh tim Indonesian Group wilayah Yogyakarta yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujarnya seusai melakukan koordinasi pengiriman vaksin Hepatitis B untuk Kendari, Kupang dan Tentena.
(Harian Jogja/Akhirul Anwar)
Foto vaksinasi Anak (Harian Jogja/Akhirul Anwar)
Sunday, January 9, 2011
Indonesian Group Gelar Task Force di 4 Provinsi
Sebagian Team Task Force berfoto sejenak sebelum keberangkatan
Jakarta – Indonesian Group dipastikan pada Januari 2011 akan mengadakan Task Force serentak di empat wilayah di Indonesia, yakni di Tentena, Kendari tanggal 12 Januari, untuk Kupang dan Yogyakarta tanggal 13 Januari. Kegiatan sosial yang telah dijadwalkan dengan matang ini, intinya adalah vaksinasi hepatitis B yang ditargetkan untuk 3000 jiwa untuk setiap wilayah, pemberian bubur kacang hijau bagi anak-anak, kaos dan pin kepedulian untuk seluruh peserta yang diperkirakan sekitar 12.000 orang.
Vaksin untuk mencegah hepatitis B ini sangat diperlukan. Negara maju seperti di Amerika pun puluhan ribu warganya meninggal akibat dari terjangkit hepatitis B, penyakit ini menyerang hati penularannya mirip HIV/AIDS yakni melalui transfusi darah dan hubungan seksual. Gejalanya berupa demam selama beberapa hari disertai rasa mual dan letih. Bola mata dan kuku berwarna kekuningan serta air seni berwarna keruh. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali yakni bulan ke 0, 1 dan 6 dan diulang kembali setelah berumur 5-10 tahun.
Sementara itu Fenty Widyawati selaku Ketua Indonesian Group on MDGs mengungkapkan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari upaya pencapaian MDGs 2015. Seluruh team yang juga melibatkan para mahasiswa akan berangkat menuju daerah kegiatan masing-masing pada hari Senin 10 Januari 2011, dan diharapkan dapat melakukan tugasnya dengan baik. (mdb)
Friday, January 7, 2011
Indonesian Group on MDGs adakan "Charity Visit" ke PONPES
ReportaseNews.com - Parung, dalam program CSRnya, Indonesia Group on MDGs kali ini melakukan kunjungan ke Yayasan Panti Asuhan Pondok Pesantren Al Mukhlisin, Ciseeng, Bogor.
(Ki-Ka): Ibu Yonce, para guru pengajar Pesantren dan Bapak Iwan dengan hikmat mengikuti acara...
Acara pensosialisasi ini yang merupakan bagian dari program PBB, yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk memerangi dan mengurangi atas meningkatnya angka penularan HIV/ AIDS di beberapa kota di Indonesia dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi "Beware HIV / AIDS", Hal ini juga sebagai tanggung jawab pada program melawan kemiskinan dan kepedulian pada anak-anak Indonesia yang perlu diperjuangkan masa depannya.
Ibu Yonce memberikan bingkisan kepada anak-anak yayasan yatim piatu dan anak pesantren..
Dalam acara ini MDG'S Indonesia menyumbangkan selimut, alat-alat tulis, snack dan uang tunai untuk para anak yatim piatu berjumlah 250 anak dan anak-anak pesantren berjumlah 250 anak.
Tidak Luput para manula diberikan bingkisan oleh Ibu Liana..
Fenty Widiyawati - Ketua Koordinator Indonesia Group On MDGs, mengatakan "Dalam pencapaian MDGs Tahun 2015 perlu disosialisasikan bahaya HIV AIDS serta dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya terutama di Negara Berkembang, karena Respon Negara berkembang dapat dikatakan belum bisa menerima arus globalisasi yang disebabkan adanya kesenjangan informasi mengenai HIV dan AIDS. Oleh karena itu Indonesian Group On MDGs mengupayakan pendekatan moral dalam pencegahan HIV/ AIDS terutama pada Usia Produktif yang sangat rentan penularannya."
"Pengetahuan inipun harus diberikan sedini mungkin," tambahnya
Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Yayasan/ Panti Asuhan menampilkan berbagai jenis lomba yang bernuansa islami, seperti lomba membaca doa untuk orang tua yang peserta terdiri dari anak-anak yang berumur kisaran 4-5 tahun, lomba marawis dan lomba lainnya.
Ade Namnung dengan antusias mananyakan para peserta cilik lomba marawis..
"Anak sangat senang sekali dengan adannya acara hiburan yang bersifat edukatif ini, terlebih-lebih saat kedatangan artis dari ibukota Ade Namnung, anak sangat terhibur," ungkapnya.
Saat ditemui usai acara, Bapak Iwan mengucapkan terima kasih banyak kepada MDG'S Indonesia yang telah ikut peduli terhadap perkembangan dan pengetahuan anak-anak. Dan ini merupakan yang pertama kali sejak tahun 2002.
Team Indonesian Group, berfoto seusai kegiatan
Team Indonesian Group, berfoto seusai kegiatan
Untuk program selanjutnya MDG"s akan bekerjasama dengan beberapa team medis dan kanker Posyandu pada tanggal 18 Desember 2010 di beberapa titik pengungsian Bencana Alam Mentawai. Merapi, Wasior dan Serui untuk melaksanakan Imunisasi kepada Ibu Hamil, Bayi dan Balita sebagai upaya pencegahan penularan HIV Aids di pengungsian bencana alam.
Sukses selalu untuk MDG's Indonesia...! (Unggul & Demie)


5:32 AM
IG on MDGs




