Thursday, May 8, 2014

Pemuda Alumni Study of The U.S Institutes for Student Leaders Selenggarakan Youth EcoPreneurship Camp

Sekumpulan pemuda alumni Study of The United States Institute (SUSI), sebuah program pertukaran pelajar pemuda Indonesia ke Amerika Serikat, mengadakan Youth EcoPreneurship Camp (YEP Camp). Pelatihan kewirausahaan ramah lingkungan ini berlangsung pada tanggal 3 - 4 Mei 2014 di Cibodas, Jawa Barat.

Selama dua hari, tiga puluh pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini berkumpul dan belajar tentang strategi bisnis bernuansa lokal serta berwawasan lingkungan hidup. Setelah pelaksanaan YEP Camp, 3 pemuda dengan konsep terbaik akan mendapatkan hadiah, pembinaan, dan bimbingan intensif dari para wirausahawan lingkungan ternama untuk mengembangkan ide bisnis mereka.

Ketua Pelaksana YEP Camp, Olivia D. Purba, berharap kegiatan ini bisa menghasilkan lebih banyak pemuda yang peduli terhadap dengan isu lingkungan. “YEP Camp merupakan pelatihan untuk mengembangkan kewirausahaan yang berlangsung intensif selama dua hari dengan mengusung konsep ‘usaha ramah lingkungan berbasis budaya lokal’. Dengan terpilihnya 30 orang pemuda indonesia sebagai peserta YEP Camp diharapkan mereka dapat menambah wawasan dan keterampilan yang diperlukan merealisasikan ide-ide bisnis cerdas secara berkelanjutan.”

Dijelaskannya lagi kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memfasilitasi para pemuda untuk mandiri. “Kita memiliki jumlah pemuda yang sangat tinggi, dan kebutuhan akan lapangan pekerjaan terus meningkat. YEP Camp akan berusaha untuk memfasilitasi para pemuda dengan inisiatif usaha berbasis lingkungan untuk bisa semakin berkembang. Komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan anak muda, tercermin dalam pelaksanaan YEP Camp dan program mentoring yang akan kami lakukan setelah pelaksanaan kegiatan ini,” tutur Olivia.

Sementara itu Gracia Paramitha, Wakil Ketua Pelaksana sekaligus UNEP Tunza Ambassador Asia Pasifik, menuturkan harapannya agar Indonesia memiliki lebih banyak wirausahawan yang memiliki pengetahuan dan berdedikasi di isu lingkungan. “Sebagai negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, Indonesia memiliki volume sampah yang cukup besar dan memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan. Berbagai kemasan produk yang tidak terpakai, masih bisa digunakan lagi atau dijadikan produk baru dengan nilai yang cukup berharga. Semakin banyak pemuda yang bisa memaksimalkan limbah kemasan produk, semakin banyak pula sampah yang menghasilkan berkah dan berdampak bagi pembangunan yang berkelanjutan.”

Tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi dan peningkatan permasalahan yang timbul karena lingkungan yang tidak dirawat merupakan isu yang harus ditanggulangi dengan baik. Melalui YEP Camp, diharapkan akan lebih banyak anak muda yang peduli pada isu lingkungan dan melakukan serangkaian aksi strategis untuk menciptakan bumi yang lebih baik. Peran serta segenap stakeholders tidak lupa bisa menjadi kunci dalam melakukan perubahan yang lebih sistematis.


Sekilas Tentang Study of The United States Institutes for Student Leaders (SUSI).
Study of The United States Institutes for Student Leaders (SUSI) adalah sebuah pertukaran pemuda dari Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya ke Amerika Serikat yang berlangsung selama 5 minggu. Para pemuda terpilih yang mengikuti program ini, akan berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar tentang isu yang mereka pilih secara intensif dari Universitas terkait. Isu Program SUSI terdiri dari lingkungan global, new media, dan religious pluralism. Alumni SUSI yang menjadi penyelenggara YEP Camp ini mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari The University of Montana dan East West Center, Hawaii.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Gracia Paramitha
Wakil Ketua Panitia YEP Camp
E : gracia.paramitha89@gmail.com
M: 08175046098/ 085235852375

By. Ilham & Danial

Monday, April 14, 2014

Astaghfirullah, TKW Disetrika Majikan Biadab di Arab

Jeddah, HanTer – Peristiwa tragis datang dari Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) di Arab Saudi. Nurjamilah binti Usup Nai, TKI asal Bandung disetrika majikannya ketika meminta izin istirahat karena sakit.

Kejadian memilukan itu terjadi pada 7 April 2014 lalu. Namun, hingga kini indentitas dan alamat majikannya itu tidak diketahui. Penganiayaan bermula ketika Nurjamilah merasa sakit dan minta izin untuk istirahat. Namun tanpa alasan yang jelas, majikan tidak bisa menerima izin tersebut dan bahkan menuduh Nurjamilah memasukkan sesuatu saat menyajikan minuman kepada majikan.

“Istri majikan kemudian menganiaya Nurjamilah dengan menggunakan setrika. Penganiayaan menyebabkan luka pada bagian tangan dan pipi," cerita Syarif Shahabudin, Pelaksana Fungsi Penerangan sosial budaya–KJRI Jeddah dalam siaran pers, Senin (14/4).

Sehari setelah peristiwa tersebut, Selasa (8/4) malam, korban bersama WNI lainnya bernama Ruli melaporkan tidakan sadis majikannya itu ke  KJRI. Saat ini, Nurjamilah berada dan ditampung di Rumah Perlindungan (Shelter) KJRI Jeddah.

"Kondisi kejiwaan (psikis) yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil, serta telah dilakukan bantuan untuk pengobatan dan penyembuhan luka-luka yang terus berangsur membaik," tambah Syarif.

Pihak KJRI terus melakukan upaya hukum untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku di sana. Termasuk, menelusuri identitas dan alamat majikan korban.

Nurjamilah mengadu nasib ke Arab pada 19 Agustus 2010 melalui perusahaan penyalur tenaga kerja, PT Tritunggal Nuansa Primatama.Pada awalnya dia bekerja di Tabuk dengan majikan pertama bernama Ahmad Aid al-Atawi.

Pada majikan pertama ini, Nurjamilah hanya bertahan bekerja selama sembilan bulan dengan sisa 4 bulan gaji yang belum dibayarkan. Nurjamilah kabur dari majikan pertama ke Jeddah dan selanjutnya bekerja secara ilegal kepada beberapa majikan di Jeddah, yang dalam pengakuannya tidak mengetahui nama dan alamatnya secara jelas. Majikan terkahir yang menganiayanya ini merupakan majikan kelima.

"KJRI masih terus menelusuri data dan identitas pelaku, termasuk dengan meminta keterangan dari WNI overstayer atas nama Carmi binti Sudin Yunus yang menjadi penghubung korban untuk bekerja dengan majikan ke-5 yang menjadi pelaku penganiayaan," ujar Syarif.

Pihak KJRI juga telah telah menghubungi majikan pertama di Tabuk, Ahmad Aid al-Athawi, untuk mengupayakan pembayaran sisa gaji 4 bulan yang belum dibayarkan.

Berdasarkan data BNP2TKI, jumlah TKI di Arab Saudi yang dianiaya majikannya pada 2010 mencapai 2.342 orang, tahun 2011 ada 1.031 orang dan 2012 sebanyak 531 orang dan 2013 sebanyak 152 orang. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil wawancara terhadap TKI yang pulang ke Indonesia.

http://harianterbit.com/read/2014/04/14/706/0/19/Astaghfirullah-TKW-Disetrika-Majikan-Biadab-di-Arab

Monday, March 31, 2014

Ikan Bandeng Gurih, Lezat dan Bergizi


Oleh: Mohammad Danial Bangu
Ikan Bandeng selain sangat lezat dimakan setelah digoreng atau dibakar, ternyata terkandung banyak khasiat. Tak kalah dengan hasil laut lainnya, ikan Bandeng dinikmati sebagai makanan karena rasanya yang gurih, tidak amis, tidak asin seperti ikan laut lainnya.

Dalam keluarga kami, Ibu saya paling suka memasak berbagai jenis ikan untuk menu makanan keluarga, baik pagi siang atau malam. Biasanya segala jenis ikan, termasuk ikan Bandeng disuguhkan Ibu dengan sayur mayur yang makin menggugah selera makan.

Maka saat jauh dari rumah dan sering makan di rumah makan atau restoran, saya paling suka memesan lauk dari jenis ikan Bandeng yang memang enak dan gurih lagi bergizi. Ikan Bandeng yang berasal dari laut dan dari sungai, sebenarnya sama-sama lezat, hanya saja untuk menghilangkan bau tanah atau lumpur pada ikan Bandeng yang berasal dari sungai, diantaranya dengan menggunakan jeruk nipis setelah dibersihkan.

Banyak juga industri rumahan di Indonesia yang telah mengolah ikan Bandeng menjadi krupuk, bahkan duri ikan Bandeng yang biasanya dibuang, diolah menjadi krupuk yang kriuk dan nikmat. Tercatat industri krupuk dari berbagai jenis ikan juga telah menembus pasar internasional, yang tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim dengan luas lautan mencapai 5,8 juta kilometer persegi.

Ikan Bandeng menjadi bagian dari keanekragaman hayati yang berasal dari perairan Indonesia yang teramat kaya, anugerah dari Allah SWT untuk dinikmati dengan rasa syukur.

Rumah Makan Torani yang juga menyajikan berbagai menu ikan Bandeng dari yang bakar dan goreng, membuat saya tergiur untuk mencoba mencicipi. Dengan harga yang memang tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, Rumah Makan Torani perlu untuk dicoba berbagai masakannya.   

Adapun kandungan gizi ikan Bandeng pada komposisi Nutrisi per 100 gram bandeng adalah kalori 129cal, protein 20g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg dan phospor 150mg. Selain itu ikan Bandeng termasuk ikan yang rendah kolesterol, dan mengandung protein yang tinggi. Kondisi ini membuat Bandeng mudah diserap dan baik untuk dikonsumsi manusia dari segala usia.

Hebatnya lagi ikan Bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini dapat mencegah pembekuan sel darah granul, mengandung zat besi 2mg, vitamin A 150 SI dan vitamin B1 0,05 mg disesuaikan berat ikan. Dan yang jelas, saya paling suka ikan Bandeng bakar dicicipi dengan sambel atau dabu-dabu :P

Saturday, March 29, 2014

Tragedi Kemanusiaan MH370, Tenggelam Atau Dibajak?


Tragedi hilangnya pesawat Malaysia MH370 masih menyisakan tanda tanya. Walaupun Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah mengungkapkan pernyataan akhir bahwa pesawat dari maskapai negeri jiran tersebut tenggelam di samudra Hindia. “MH370 terbang di koridor selatan dan posisi terakhirnya ada di tengah Samudera Hindia, sisi selatan Perth,” kata Najib dalam inti konfrensi pers di Kuala Lumpur.

Sebagaimana diiketahui pesawat MH370, totalnya mengangkut 239 orang, terdiri dari 12 orang kru dan 227 orang penumpang, termasuk dua bayi. Sedangkan tujuh nama WNI dalam daftar penumpang, masing-masing, Siregar Firman Chandra, Suadaya Herryindra, Sugianto Lo, Suadaya Ferry Indra, Tanurisam Indrasuria, Vinny Chynthyatio, dan Wang Willysurijanto.

Sebelumnya pemerintah Malaysia melalui ucapan Najib menuturkan pesawat MH370 tersebut dibajak dengan tujuan yang hingga kini belum jelas. Sebagian kalangan pun sepakat dengan adanya kemungkinan pembajakan, mengingat hasil penelusuran intelijen yang menemukan adanya 2 orang penumpang dalam pesawat tersebut ternyata menggunakan paspor curian.

Nama paspor dari kedua orang tersebut akhirnya diketahui menggunakan paspor milik Christian Kozel berusia 30 tahun dari Austria dan Luigi Maraldi berumur 37 tahun dari Italia. Namun pihak belum diketahui secara pasti latar belakang mereka berdua secara jelas, dan mengapa keduanya menggunakan paspor curian dari Bangkok?

Bila pesawat MH370 meledak atau tenggelam di samudra Hindia, hingga saat ini belum ditemukan adanya puing atau bagian dari pesawat nahas tersebut yang benar-benar meyakinkan publik, dengan sebelumnya harus melalui kajian atau penelitian bahwa puing yang ditemukan adalah benar-benar bagian dari MH370. Semuanya baru sebatas tanda-tanda dan spekulasi.

Persoalan kemanusiaan ini kemudian masih menjadi tanda tanya dengan adanya informasi yang menyebutkan bahwa seorang penumpang MH370 yang mengaku bernama Philip Wood yang bekerja pada IBM mengirim pesan melalui media sosial dari telepon seluler yang disembunyikannya.


Pesan yang intinya membenarkan pembajakan tersebut dikirimkannya dari Diego Garcia, dengan maksud meminta pertolongan. Diego García adalah karang atol dan pulau terbesar di Kepulauan Chagos. Pulau ini termasuk wilayah Teritori Samudra Hindia Britania. Terletak di Samudra Hindia, sekitar 1.600 km sebelah selatan pesisir selatan India.(mdb)

Tuesday, March 18, 2014

LOMBA FOTO BULAN SABIT MERAH INDONESIA

Penyelenggara: 
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)

Tema Kegiatan:
"Heroes in frame, Mereka  yang berjiwa besar tanpa riuh tepuk tangan"

Ketentuan Lomba:
  1. Peserta merupakan Pelajar SMA/SMK/MA atau Mahasiswa Aktif.
  2. Sesuai dengan tema yaitu “Heroes in frame, Mereka yang berjiwa besar tanpa riuh tepuk tangan”.
  3. Foto diambil menggunakan kamera digital maupun analog (semua berupa softfile).
  4. Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal 2 (dua) buah karya foto.
  5. Hasil foto yang dikumpulkan belum pernah memenangkan kompetisi fotografi lainnya serta belum pernah dipublikasikan di media massa.
  6. Foto tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, sadisme, serta yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan.
  7. Foto dikirimkan dalam bentuk digital (.rar file) melalui email: lombafotobsmifair@gmail.com disertai data diri lengkap: nama, alamat, nomor telepon/HP yang dapat dihubungi, alamat email, dan fotocopy atau scan KTP/SIM/Kartu Identitas lainnya.
  8. Ketentuan bentuk digital: sisi terpendek minimal 2000 pixel, resolusi minimal 300 dpi, dikumpulkan dalam formal JPG dan olah digital foto hanya diperbolehkan sebatas basic editing (brightness/contrast, level, hue/sturation, black and white).
  9. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
  10. Pengiriman karya paling lambat tanggal 22 Maret 2014 pukul 23.59 WIB.
  11. Setiap karya foto yang dikirimkan dilengkapi dengan Judul foto beserta caption (deskripsi foto).
  12. Hak cipta tetap melekat pada fotografer dan panitia pelaksana mempunyai hak/izin untuk mempublikasikan foto yang masuk ke panitia untuk kepentingan panitia pelaksana.
  13. Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum dan sesudah pemilihan apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan.
  14. Dengan mengirimkan karya foto peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia.
  15. Pemenang akan diumumkan pada acara puncak BSMI Fair.
  16. Seluruh karya peserta yang masuk akan dipamerkan pada Hari-H BSMI Fair tanggal 30 Maret 2014  
  17. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian:
  1. Kesesuaian Tema
  2. Estetika
  3. Mutu Teknis
  4. Tingkat Kesulitan

Hadiah dan Penghargaan:
Juara 1: Rp. 1.500.000,- + Sertifikat
Juara 2: Rp. 1.000.000,- + Sertifikat
Juara 3: Rp. 750.000,- + Sertifikat

Informasi:
Adit - 085782640695

Saturday, March 15, 2014

Tenaga Honorer Demo di Depan Gedung DPR







Jakarta, HanTer – Ribuan tenaga honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer (FPHI) melakukan aksi di depan Gedung DPR, guna memperjuangkan nasibnya, Jumat, (14/3).

Demonstran mendesak Pemerintah untuk mengangkat seluruh Tenaga Honorer berdasarkan masa kerja dari usia kritis sampai TMT 2012 tanpa dilakukan test.

Akibat aksi massa FPHI itu, arus lalulintas di depen gedung DPR sempat ditutup sebanyak 2 kali, karena massa memenuhi jalan.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan bahwa Fraksi Gerindra mendukung perjuangan FPHI.

“Kami dukung perjuangan mereka untuk mendapatkan status yang jelas setelah bertahun-tahun menjadi tenaga honorer,” ujar Edhy usai menerima perwakilan di ruang rapat Fraksi Partai Gerindra, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3).

Dalam pertemuan tersebut perwakilan FPHI menyampaikan aspirasi dari tenaga honorer yang bekerja di berbagai sektor. Mereka mempertanyakan kejelasan nasib tenaga honorer yang selama bertahun-tahun bekerja tanpa ada status yang jelas.(db)

http://harianterbit.com/2014/03/14/tenaga-honorer-demo-di-depan-gedung-dpr/

Monday, January 13, 2014

KPK Dorong PT Timah Kampanyekan BUMN Bersih

PANGKAL PINANG, Berita HUKUM - KPK mendukung komitmen PT. Timah (Persero) Tbk dalam rangka menumbuhkan semangat antikorupsi sebagai implementasi dari gerakan BUMN bersih. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedie. A. Rachim, saat menyampaikan kuliah umum bertema “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi” pada Rapat kerja PT. Timah Rabu (8/1) lalu, di gedung Graha Timah, Pangkal Pinang.

“Sejauh ini, PT. Timah memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam hal tata kelola perusahaan yang baik,” ucapnya.

Dedie melanjutkan, PT Timah juga pernah memiliki dua orang mantan direktur utama yang memiliki kepedulian terkait dengan penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang bersih pada masa kepemimpinan Erry Riyana Hardjapamekas dan Kuntoro Mangkusubroto.

“Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan oleh jajaran PT. Timah dalam pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari,” harap Dedie.

Di hadapan dewan komisaris, dewan direksi, dan jajaran manajemen direksi PT. Timah ini, Dedie berharap seluruh jajaran pimpinan PT. Timah dapat mendukung gerakan pencegahan tindak pidana korupsi. “Gerakan tersebut dapat dimulai dengan mengamalkan nilai-nilai dasar integritas,” katanya.

Selain itu, jajaran manajemen PT. Timah juga diminta untuk meningkatkan kepatuhan dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta kepatuhan terhadap mekanisme pelaporan gratifikasi.

Dirut PT. Timah (Persero) Sukrismo merespons baik imbauan tersebut dengan berkomitmen mendukung segala program yang dapat menunjang terselenggaranya tata kelola perusahaan yang bersih di lingkungan PT. Timah.(KPK/hms/bhc/sya)


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews