This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Monday, January 23, 2017
120 Warga Subang Meninggal Akibat HIV/AIDS
REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Subang mencatat sedikitnya ada 120 warga di wilayah ini meninggal akibat penyakit tersebut. Saat ini, jumlah penderita mencapai 1.276 orang. Penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini memang sangat masif. Apalagi, sejak tren penularannya berubah dari menggunakan jarum suntik (narkoba) ke seks bebas.
Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Subang, Maxie, mengatakan, kasus terakhir kematian warga akibat HIV/AIDS, yakni menimpa anak perempuan di bawah umur. Anak tersebut, baru berusia sembilan tahun. Sempat dirawat di sejumlah RS. Tapi kondisinya terus memburuk.
"Sampai nyawanya tak terselamatkan," ujarnya, Selasa (6/12).
Menurut Maxie, dari 1.276 penderita HIV/AIDS tersebut, 53 penderita di antaranya masih di bawah lima tahun. Kemudian, 15 lainnya merupakan ibu rumah tangga yang sedang hamil. Lima warga lainnya saat ini menjelang proses melahirkan. Karena itu, pihaknya terus mengawasi kelima ibu hamil tersebut. Bahkan, pihaknya berharap anak-anak yang baru lahir itu, akan terbebas dari penyakit mematikan tersebut.
"Anak-anak ini tak berdosa. Mudah-mudahan, mereka lahir dalam keadaan sehat," ujarnya.
Maxie menyebutkan, mayoritas penderita HIV/AIDS tersebut, merupakan perempuan pekerja seks komersial (PSK). Kemudian ibu rumah tangga, PNS, TNI-Polri, mahasiswa dan pelajar. Rata-rata mereka masuk ke usia produktif yaitu antara 22-39 tahun. "Namun, ada juga yang usianya 60 tahun terinfeksi penyakit ini," ujarnya.
Jika dilihat dari wilayah penyebarannya, lanjut dia, dari 30 kecamatan ini, Kecamatan Subang paling subur penyebarannya. Kemudian, disusul Kecamatan Legon Kulon dan Patokbeusi. Selain itu, ada juga wilayah yang dulunya bersih, saat ini sudah mulai terserang yakni di wilayah selatan Subang.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/12/06/ohrd39365-120-warga-subang-meninggal-akibat-hivaids
Monday, November 28, 2016
PROGRAM WIRAUSAHA MANDIRI 2016
Selain government spending, motor utama penggerak perekonomian suatu bangsa adalah sektor bisnis. Oleh karena itu, perlu lebih banyak wirausahawan untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.
Perlu kontribusi dari berbagai pihak dalam membentuk ekosistem yang baik bagi tumbuh kembang wirausahawan di Indonesia.
Program Wirausaha Muda Mandiri merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diwujudkan secara berkesinambungan dan fokus pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa.
Perlu kontribusi dari berbagai pihak dalam membentuk ekosistem yang baik bagi tumbuh kembang wirausahawan di Indonesia.
Program Wirausaha Muda Mandiri merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diwujudkan secara berkesinambungan dan fokus pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa.
PROGRAM WIRAUSAHA MANDIRI
INOVASI PROGRAM WIRAUSAHA MANDIRI TERUS DIHADIRKAN UNTUK MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG WIRAUSAHAWAN MUDA BERPRESTASI DI INDONESIA.
sumber : https://wirausahamandiri.co.id/
Wednesday, November 9, 2016
Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Masih Terancam: Perkara Gugatan GeRAM Ditunda 3 Minggu
JAKARTA -- 8 November 2016 --- Penggugat GeRAM (Gerakan Rakyat Aceh
Menggugat) kecewa dengan keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menunda
keputusan perkara gugatan GeRAM selama 3 minggu hingga tanggal 29 November
2016. Seperti diketahui, GeRAM menggugat Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh,
dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) karena tidak memasukkan Kawasan
Ekosistem Leuser (KEL) ke dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA)
2013-2033 (Qanun Aceh No. 19/2013).
Sembilan pemuka adat Aceh[1]
mendaftarkan perkara ini di PN Jakarta Pusat pada tanggal 21 Januari 2016 (No.
33/Pdt.G/2016/PN.JKT.PST). Para
penggugat hadir pada sidang hari ini
untuk mendengarkan hasil sidang putusan para Hakim dalam perkara - gugatan
warga negara (Citizen Lawsuit) pertama
yang berasal dari Aceh. Namun, hakim mengumumkan bahwa keputusan untuk perkara
tersebut tidak bisa diumumkan hari ini, seperti yang telah direncanakan.
Perwakilan dari Menteri Dalam Negeri hadir pada sidang hari ini, akan tetapi
tidak terlihat perwakilan dari Gubernur Aceh dan DPRA.
“Kami
sedang mengerjakan tugas lain dari Mahkamah Agung. Sehingga rekan kami yang
lain juga masih mengikuti tugas dari Mahkamah Agung,”
tegas Agustinus Setyo Wahyu, Ketua
Majelis Hakim dalam perkara ini di hadapan sidang, PN Jakarta Pusat.
Aman Jarum, pemuka adat dari Gayo Lues dan salah
seorang penggugat mengatakan, “Kami harus
kembali ke Aceh dengan berat hati karena kami telah berjuang selama beberapa
tahun ini untuk melawan RTRWA tersebut. Tetapi, kami akan kembali lagi ke
Jakarta untuk keputusan gugatan pada tanggal 29 November 2016. Kami memohon
kepada para hakim agar bijaksana dalam membuat keputusan dengan memperhatikan
kesejahteraan rakyat Aceh yang bergantung pada KEL.”
Dalam proses pengadilan yang telah berlangsung,
saksi fakta maupun saksi ahli GeRAM memberikan argumen yang kuat mengenai
alasan mengapa RTRWA bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. KEL
adalah kawasan lindung yang memiliki, sedikitnya, tiga payung hukum: Undang-Undang No. 11/2006 tentang Pemerintah
Aceh, Undang-Undang No. 26/2007 tentang Rancangan Tata Ruang, dan Peraturan
Pemerintah No. 26/2008 tentang Rancangan Tata Ruang Nasional.
[1] Effendi, Aceh Besar; Juarsyah, Bener Meriah;
Abu Kari, Gayo Lues; Dahlan, Lhokseumawe; Kamal Faisal, Aceh Tamiang; Muhammad
Ansari Sidik, Aceh Tenggara; Sarbunis, Aceh Selatan; Najaruddin, Nagan Raya:Farwiza,
Banda Aceh.
Fate of Leuser Ecosystem Hangs in the Balance: GeRAM Lawsuit Verdict
Delayed by 3 Weeks
JAKARTA
-- 8 November 2016 --- The Aceh Citizen
Lawsuit Movement (GeRAM) left court disappointed today after Jakarta state
court judges delayed their verdict for 3 weeks until 29th November
2016. GeRAM’s citizen lawsuit challenges the Minister of Home Affairs, the Aceh
Governor and the Aceh parliament for failing to include the Leuser Ecosystem (LE)
in the Aceh Spatial Plan 2013-2033 (Qanun Aceh No. 19/2013).
The lawsuit was registered at the Jakarta state court on the 21st
January 2016 (33/Pdt.G/2016/PN.JKT.PST) by 9 Acehnese community leaders[1]
who form GeRAM. The plaintiffs travelled from all around Aceh to hear today’s
ruling on their case – the first ever citizen lawsuit to come out of Aceh.
However the chair of the judges announced that regrettably the decision could
not be delivered as planned today. The representative of the Minister of Home
Affairs attended the hearing, while the representatives of the Aceh Governor
and Aceh parliament were not present.
Chair of the judges, Agustinus Setyo Wahyu, said, “We regret to inform you that our panel of
judges are otherwise engaged in duties from the Supreme court so we must delay
our verdict until the 29th November.”
Aman Jarum, a Gayo Lues traditional leader and one of the
plaintiffs said, “We are going back to
Aceh with heavy hearts because we have been struggling for many years against
this destructive spatial plan. But we will return to Jakarta in 3 weeks time
for the verdict. We appeal to the judges to apply their wisdom in making their
decision, taking into account the lives and livelihoods of the Acehnese people
which depend on the LE.”
Over the course of the case, factual and expert witnesses for the
plaintiffs presented strong testimony for why the Aceh Spatial Plan breaches
national law. The LE exists as a protected area in at least three legal
regulations: Law No. 11 year 2006 on Governing Aceh, Law No. 26
Year 2007 on Spatial Planning, and its derivative Government Regulation 26 Year
2008 on the National Spatial Plan. This year has also seen significant momentum
in the protection of the LE from the Indonesian government. In April 2016, the
Minister of Environment and Forestry, Siti Nurbaya, declared a moratorium on
oil palm expansion and mining inside the LE. Only last Thursday (3/11) the
Minister said that she had decided to incorporate the boundaries of the LE into
the Aceh state forest map, which means that the LE would become an inseparable
part of the Aceh Spatial Plan[2].
Representative of the plaintiffs, Farwiza Farhan said, "We
applaud Minister Siti Nurbaya for her efforts to ensure that the Leuser
Ecosystem is integral to the Aceh Spatial Plan. We hope that the verdict on our
citizen lawsuit case will align with the Minister’s efforts and result in a
revision of the spatial plan which upholds the national legal protection of the
Leuser Ecosystem.”
Continues over
[1] Effendi, Aceh Besar District;
Juarsyah, Bener Meriah district; Abu Kari, Gayo Lues District; Dahlan,
Lhokseumawe city; Kamal Faisal, Aceh Tamiang District; Muhammad Ansari Sidik,
Southeast Aceh district; Sarbunis, South Aceh District; Najaruddin, Nagan Raya
district; Farwiza, Banda Aceh.
[2]
http://foresthints.news/minister-designates-leuser-ecosystem-as-inseparable-part-of-aceh-spatial-plan
Tuesday, November 8, 2016
If Hillary is Elected...
Jika Hillary Diane Rodham Clinton yang akan terpilih menjadi
Presiden Amerika Serikat, maka sejarah akan mencatat Istri mantan Presiden AS
ke 42 itu adalah Presiden perempuan pertama di negara multi etnis tersebut.
Menjadi Presiden AS yang ke 45 dan yang ke 17 dari Partai
Demokrat, Hillary dalam masa kepemimpinannya kedepan dipastikan bakal lebih
memperhatikan persoalan gender. Hal ini lantaran isu gender membuat popularitas
wanita berusia 69 tahun ini meroket, sementara saingannya Donald Trump dari
Partai Republik dibombardir dengan isu, kasus pelecehan seksual.
Hal yang lucu dan menarik perhatian, lantas menjadi meme di
negara KFC ini adalah ketika Trump melirik Ivana sang Istri saat hendak
memilih. Bisa berbeda arti penilaian orang-orang dalam melihat foto itu, mungkin sebagai bentuk
perhatian seorang suami kepada Istrinya atau malah ingin meyakinkan dirinya
sendiri bahwa benar-benar pasangan hidupnya itu memilihnya sebagai Presiden.
Dari berbagai informasi, biaya yang dikeluarkan Donald Trump
untuk menjadi orang nomor satu di AS lebih besar dibandingkan Hillary Clinton. Hal
tersebut bisa disebabkan Partai Republik sejak tahun 2008 mengalami kekalahan
lantaran Presiden George W. Bush pada masa kepemimpinannya membuang-buang banyak
anggaran negara untuk membiayai peperangan yang menuai banyak kecaman di dalam
negeri maupun di luar negeri.
Maka apabila Hillary terpilih, diperkirakan rakyat AS baik
itu yang masih membutuhkan perhatian dalam berbagai hal dan yang tak mau ambil
pusing karena sudah punya segalanya, tentu rasa aman bakal lebih terjamin,
sebab pernyataan Trump yang beraroma SARA bisa lebih memicu serangan dari
eksternal atau malah dari internal AS.
(mdb)
Monday, November 7, 2016
Kebutuhan Dokter di Indonesia Mendesak! Butuh Keseriusan Pemerintah
Oleh: Mohammad Danial Bangu
Sejak kecil kita tak akan pernah lupa, bahwa menjadi dokter masih menjadi cita-cita paling didambakan, bahkan hingga saat ini. Coba silahkan tanyakan saja kepada anak-anak di lingkungan kita, pasti dari beberapa anak saja akan terucap profesi yang mulia itu, ingin menjadi dokter. Walau banyak anak-anak Indonesia saat ini bercita-cita ingin menjadi seorang artis, lantaran semakin banyaknya stasiun televisi yang menyuguhkan berbagai sinetron, namun cita-cita menjadi seorang dokter tetap tak pernah hilang dalam harapan anak-anak Indonesia.
Sejak kecil kita tak akan pernah lupa, bahwa menjadi dokter masih menjadi cita-cita paling didambakan, bahkan hingga saat ini. Coba silahkan tanyakan saja kepada anak-anak di lingkungan kita, pasti dari beberapa anak saja akan terucap profesi yang mulia itu, ingin menjadi dokter. Walau banyak anak-anak Indonesia saat ini bercita-cita ingin menjadi seorang artis, lantaran semakin banyaknya stasiun televisi yang menyuguhkan berbagai sinetron, namun cita-cita menjadi seorang dokter tetap tak pernah hilang dalam harapan anak-anak Indonesia.
Berbagai alasan polos akan
dikemukakan oleh anak-anak, tentang mengapa mereka ingin menjadi seorang
dokter. Yakni, ingin mengobati ibunya jika sakit, mengobati bapaknya jika
sakit, mengobati temannya jika sakit, hingga mengobati kakek dan neneknya bila
jatuh sakit.
Menjadi sebuah pertanyaan,
mengapa keinginan menjadi seorang dokter di negara ini masih menjadi favorit
yang sering terucap dari mulut anak-anak? Sejauh ini belum ada riset yang
mendalam, mengapa cita-cita menjadi seorang dokter sering terucap dari
pengakuan jujur mereka.
Penulis yang pernah
berkecimpung dalam dunia anak-anak, pernah menanyakan langsung ke beberapa
anak. Memang ada yang menurut penilaian pribadi penulis, anak lain hanya
ikut-ikutan saja setelah ada temannya menyebutkan ingin menjadi seorang dokter.
Akan tetapi dari berbagai profesi yang penulis sebutkan, kebanyakan anak-anak
tetap menginginkan menjadi seorang dokter, menyembuhkan orang-orang sakit
dengan perhatian dan kasih sayang. Sungguh luar biasa, dokter lebih familiar
dalam benak anak-anak.
Menjadi dokter tidak saja
berguna bagi mereka yang sakit, sebab sesungguhnya seorang dokter banyak
terlibat dalam berbagai penyuluhan dan pencegahan penyakit kepada masyarakat. Dalam
berbagai kampanye positif dalam menjaga kesehatan, para dokter banyak yang
ambil bagian, sehingga kalimat mencuci tangan sebelum makan, menjaga kesehatan
gigi dengan rajin menggosok gigi dan berbagai kalimat yang identik dengan cara
merawat kesehatan, semua berasal dari dokter. Walau yang mengingatkan hal
tersebut adalah orang tua atau sahabat kita. Ah seperti dokter saja kau ini! Mungkin
begitu celoteh kita kepada teman yang mengingatkan agar mencuci tangan sebelum
makan.
Harapan menjadi seorang
dokter pun terus mengemuka, lantaran fakta di lapangan menegaskan ternyata
Indonesia dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini masih kekurangan tenaga
dokter. Padahal kondisi saat ini, seiring kemerdekaan Indonesia yang telah
lebih dari setengah abad rakyatnya terbebas dari belenggu penjajahan, alamak! Terbukti
dokter sangat kurang, tidak sampai 200 ribu orang (1).
Bayangkan sebanyak 250
juta jiwa lebih penduduk selama kurun waktu 71 tahun Kemerdekaan Republik
Indonesia, sayangnya orang-orang Indonesia yang berprofesi sebagai dokter tak
sampai 200 ribu orang. Sehingga tidak mengherankan sebuah Media Online pernah mengangkat
judul berita sampai menggunakan dua tanda seru: DICARI!! Kutim Kekurangan
Dokter dan Bidan (2).
Kondisi ini harus segera
disikapi serius oleh pemerintah dalam gerak dan kerja nyata. Sebab bagaimana mungkin
Mens sana in corpore sano bisa diwujudkan secara nyata dan dirasakan manfaatnya
oleh seluruh rakyat Indonesia, ungkapan Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa
yang kuat, apakah hanya sekadar ungkapan paling termasyhur saja di negara yang
kaya raya ini?
Pemerintah seyogyanya
harus segera membuat kebijakan dalam bentuk regulasi agar lebih mengikat,
dimana rumusan Undang-Undang yang disahkan agar benar-benar dijalankan oleh
setiap pemerintah provinsi. Bahkan kalau perlu ada Reward dan Punishment
terkait hal ini.
Undang-Undang yang saya
maksudkan diantaranya menyebutkan, setiap Siswa jurusan IPA yang berprestasi namun
dari keluarga yang tidak mampu harus dibiayai dan didukung penuh hingga kelulusannya.
Untuk kemudian diarahkan masuk fakultas kedokteran di Universitas terbaik atau
paling tidak yang ada di daerah, dengan biaya dan dukungan penuh oleh
pemerintah daerah, yang nantinya mereka akan mengabdi bagi daerahnya hingga ke
desa terpencil.
Tingginya biaya untuk
masuk ke fakultas kedokteran hingga menjadi seorang dokter, menjadi alasan
klasik. Dengan adanya regulasi, maka kedepan bukan hanya bantuan dari para
Dermawan saja kepada anak-anak bangsa yang berpotensi menjadi dokter yang
handal. Mungkin memang sejak dulu sudah ada para Dermawan baik itu secara
terang-terangan atau diam-diam yang membantu anak-anak dari kalangan yang tidak
mampu dari persoalan biaya untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter.
Jika pemerintah
mengabaikan kekurangan dokter di negara ini secara terus menerus, bagaimana nasib
bangsa ini sepuluh tahun, dua puluh tahun yang akan datang? Dokter dan tenaga medis
sudah mendesak dibutuhkan negeri ini, apalagi saat terjadinya bencana alam atau
wabah penyakit menyerang.
Parahnya lagi sudah
berulang kali di beberapa wilayah di Indonesia masih kekurangan dokter gigi (3).
Padahal gigi adalah serambi keramahan
orang-orang Indonesia yang terkenal santun. Nah! Bagaimana ceritanya jika
hendak tersenyum saja bakal sulit, karena gigi ternyata rusak bolong-bolong,
apakah harus menunggu dokter?
Sumber Data :
1. http://www.kki.go.id/
2. http://kaltim.prokal.co/read/news/280964-dicari-kutim-kekurangan-dokter-dan-bidan.html
3. http://regional.kompas.com/read/2016/10/20/17340451/jawa.timur.kekurangan.dokter.gigi
Saturday, October 8, 2016
Soloraya Hari Ini: 65 Penderita HIV/AIDS Baru Ditemukan
http://spiritia.or.id/Stats/stat2016.pdf
Solopos.com, SOLO — Sebanyak 65penderita baru virus HIV/AIDS ditemukan di Sukoharjo selama semester I 2016. Lima orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular DKK Sukoharjo, Bambang Sudiyono, mengatakan jumlah penderita baru virus mematikan itu terbanyak terdapat di wilayah Polokarto yakni 23 orang. Tiga di antara penderita baru virus HIV/AIDS itu telah meninggal dunia.
Kabar 64 orang penderita HIV/AIDS ditemukan di Sukoharjo selama semester 1 2016 menjadi headline Solopos hari ini halaman Soloraya.
Kerajinan dari Bahan Rotan Disukai Pasar Luar Negeri
MerahPutih Budaya – Ternyata, kerajinan rotan hasil karya tangan-tangan masyarakat Curug, Kabupaten Tangerang banyak disukai masyarakat di luar negeri. Alsannya, karena selain produk kerajinan dari bahan alami rotan ini lebih ramah lingkungan, hasil kerajinan tangan masyarakat Curug lebih rapi, dan memiliki ciri khas tersendiri.
Kusmana (32), salah seorang penggiat kerajinan rotan di RT 05/08 Kampung Margasari, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug yang berhasil diwawancarai merahputih.com, mengaku, ia sering memgirim produk kerajinan rotannya ke Belanda, Jerman, dan Amerika.
Produk kerajinan yang kerap dikirim tersebut adalah keranjang sepeda, dan rak. “Yang dikirim ke Belanda atau ke Jerman ini keranjang sepeda. Jadi, sepeda-sepeda di sana itu keranjang yang ada di depannya itu pakai keranjang dari rotan, dari sini (Curug-red). Kalau yang dikirim ke Amerika, itu rak-rak kecil,” ungkap Kusmana, Jumat (07/10).
Ia juga mengatakan, alasan produk kerajinan keranjang, atau rak dari rotan bisa disukai oleh masyarakat di Jerman, Belanda, dan Amerika, karena bahan tersebut mudah hancur, dan ketika sudah tak terpakai, tidak menyisakan limbah seperti bahan plastik atau sintetis. “Orang di sana kan begitu, enggak suka menyisakan sampah plastik atau sintetis, makanya menggunakan bahan alami, rotan ini. Dipakai, rusak, bisa lebur, tidak seperti plastik atau sintetis,” katanya.
Untuk bisa menerobos pasar luar negeri, kata Kusmana, ada beberapa kreteria yang harus dipenuhi, yaitu selain harus benar-benar memiliki keseragaman bentuk, tingkat kerapian juga menjadi penilaian. Termasuk kuwalitas bahan baku rotan yang digunakan. “Ya, selektif banget. Karena dilihat dari ukuran, semua harus benar-benar sama. Bahan baku rotan juga harus yang super. Sekali kirim itu bisa beberapa kontainer,” ucapnya.
Selain keranjang sepeda, kerajinan rotan lain yang disukai di luar negeri adalah peti mati. Kusmana mengaku, peti mati anyaman dari rotan ini dikirim ke Australia. Satu peti mati ia jual dengan harga Rp 2, 5 juta. (Widi)
http://indonesiana.merahputih.com/budaya/2016/10/07/kerajinan-dari-bahan-rotan-disukai-pasar-luar-negeri/46642/


8:42 PM
IG on MDGs








