Friday, August 28, 2015

Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015

Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, tahun ini mengadakan Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015. Sayembara ini diadakan untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan puisi. Berikut adalah ketentuan-ketentuannya:

1. KETENTUAN UMUM
  • Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan fotokopi KTP atau bukti identitas lainnya),
  • Naskah belum pernah diterbitkan dalam bentuk utuh sebagai buku, baik cetak maupun elektronik,
  • Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa,
  • Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik,
  • Tema bebas,
  • Naskah adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan (sebagian atau seluruhnya),
  • Naskah merupakan karya yang ditulis 10 tahun terakhir.

2. KETENTUAN KHUSUS
  • Menggunakan A4, spasi 1, bentuk huruf  Times New Roman ukuran 12,
  • Naskah minimal 50 halaman,  
  • Menyerahkan biodata, alamat surat, dan nomor kontak di lembar terpisah,  
  • Empat salinan naskah dikirim ke:
Panitia  Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015
Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta 10330  
  • Batas akhir pengiriman naskah :7 November 2015 (cap pos).
   
3. LAIN – LAIN
  • Para pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugrah Sayembara Manuskrip  Buku Puisi  Dewan  Kesenian  Jakarta  2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Desember 2015,
  • Hak cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis,
  • Naskah pemenang yang diterbitkan menjadi buku harus mencantumkan logo Dewan Kesenian Jakarta dan keterangan bahwa penerbitan buku ini didukung oleh Dewan Kesenian Jakarta,
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat,
  • Pajak ditanggung Dewan Kesenian Jakarta,
  • Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2013 – 2015 dan keluarga inti Dewan Juri,
  • Maklumat ini bisa diakses di www.dkj.or.id,
  • Dewan Juri terdiri dari sastrawan dan akademisi sastra.
  
4. HADIAH      
  • Pemenang I    Rp 15.000.000,-
  • Pemenang II   Rp 10.000.000,-
  • Pemenang III  Rp 7.000.000,-
  • Masing – masing pemenang mendapatkan subsidi sebesar Rp 10.000.000,- untuk menerbitkan buku, subsidi ini diberikan kepada Penerbit.
   
5. JADWAL
  • Publikasi maklumat: Agustus 2015
  • Pengumpulan karya: Agustus-November 2015
  • Penjurian: November-Desember 2015
  • Pengumuman pemenang: Desember 2015

Sunday, August 23, 2015

Tingkat Kemiskinan Tangsel Paling Rendah di Indonesia



RMOL. Upaya dalam menanggulangi kemiskinan terus digalakkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ini tercermin dari besaran alokasi anggaran yang bertambah signifikan dari RP 56 milIar di tahun 2011 menjadi Rp 218 miliar di tahun 2014.

Kepala Badan Perecanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan Teddy Meiyadi mengatakan bahwa peningkatan anggaran itu tidak lepas dari beberapa program yang harus dijalankan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan. Apalagi perkara kemiskinan memang menjadi prioritas pembangunan daerah 2011-2016.

"Pemkot telah menganggarkan sekitar 10,7 persen dari total APBD khusus untuk menanggulangi kemiskinan, dan itu tak termasuk pembangunan infrastruktur," kata Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (22/8).

Setidaknya, tiga program telah dijalankan pemerintah Tangsel selama ini. Pertama, program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan dan perlindungan sosial. Kedua, program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Ketiga, program penanggulangan kemiskinan berbasis ekonomi mikro dan kecil.

"Misalnya ada beasiswa, bedah rumah, PKH, BOSDA, Raskin, KUR, dan sebagainya. Juga ada program-program lain yang secara tak langsung berpengaruh bagi masyarakat miskin,” urainya.

Berkat program-program tersebut, lanjut Teddy, pemerintah Tangsel mampu menekan angka kemiskinan jauh di bawah rata-rata nasional. Bahkan Tangsel termasuk ke dalam kelompok kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan terendah secara nasional. Angka kemiskinan di Tangsel, ujarnya, selalu berada di bawah kisaran 2 persen, dan merupakan angka terendah dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Banten. Hal itu diperkuat lagi oleh analisis Bappenas tahun 2013 yang memasukkan Tangsel sebagai daerah dengan perkembangan tingkat kemiskinan Kategori 4 atau Baik.

Tahun 2013, tingkat kemiskinan Tangsel berada dalam kisaran angka 1,75 persen. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 1,33 persen, tahun 2011 sebesar 1,5 persen, dan tahun 2010 sebesar 1,67 persen. Namun demikian, peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah di mana pada tahun yang sama menaikkan harga BBM.

"Kebijakan itu berakibat pada meningkatnya inflasi. Di Banten, angka inflasi tahun itu relatif tinggi, sebesar 9,65 persen, dan angka kemiskinannya 5,74 persen, meningkat dari tahun 2012 sebesar 5,71 persen," urainya.

Menurut Teddy, tingginya inflasi menyebabkan terjadinya penurunan daya beli kelompok masyarakat tertentu. Sehingga dengan demikian, otomatis akan mengakibatkan bertambahnya angka kemiskinan. [ian]

http://www.rmol.co/read/2015/08/22/214311/Tingkat-Kemiskinan-Tangsel-Paling-Rendah-di-Indonesia-







2016, Angka Kemiskinan di DKI Diprediksi Turun

Bayu Adi Wicaksono, Rebecca Reifi Georgina
VIVA.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakin dapat menurunkan angka tingkat kemiskinan di Jakarta pada tahun 2016 mendatang hingga tiga persen. Pasalnya, berdasarkan data yang ada selama dua tahun ke belakang ini, tingkat kemiskinan di DKI terus meningkat.

Dari data yang didapatkan, jumlah penduduk miskin di DKl Jakarta pada bulan September 2014 tercatat mencapai 412,79 ribu orang atau 4,09 persen dari total penduduk. Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun 2013 yang hanya sebesar 371.700 ribu atau 3,72 persen.

Meningkatnya jumlah penduduk miskin ini, diduga disebabkan oleh tingginya inflasi pada tahun 2014 yaitu sebesar 8,95 persen. Kenaikan angka inflasi ini, berakibat terhadap meningkatnya angka garis kemiskinan 2014 sebesar 25.238 rupiah atau 5,8 persen dari tahun 2013. Kondisi ini diduga menambah jumlah penduduk miskin.

 Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta pada tahun 2015 ini dinilai sudah turun secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2014. Diketahui tingkat kemiskinan menurun sebanyak 0,56 persen.

"Tingkat kemiskinan di DKI Jakarta memang paling rendah secara nasional, yakni masih di bawah lima persen. Tapi ,apakah dengan data ini membuat kita bertepuk dada? Tidak. Karena kemiskinan di Ibu Kota mempunyai karakter yang berbeda dari daerah lain. Penanganan kemiskinan di Jakarta lebih sulit dibandingkan daerah lain," kata Djarot saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Penanggulangan Kemiskinan DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2015.

Walaupun sulit, kata Djarot, pihaknya yakin Pemprov DKI dapat menurunkan angka kemiskinan hingga tiga persen pada tahun 2016.

"Kalau sekarang kan 3,53 persen ya, paling enggak ya, dapat tiga persen sampai 2016. Makanya kita perlu terus menerus lakukan upaya penurunan tingkat kemiskinan," ujarnya.

Djarot menuturkan, dari prediksi yang dilakukannya, ia menilai kantong-kantong kemiskinan di Jakarta berpusat pada pemukiman padat seperti yang banyak ditemukan di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

"Saya belum tahu datanya. Tapi kalau kita melihat kantong-kantong kemiskinan, kita bisa tahu di pemukiman padat, yang sekarang sering terjadi tawuran. Salah satunya ada di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Yang paling rendah Jakarta Selatan kali ya," kata Djarot.

http://m.news.viva.co.id/news/read/657973-2016--angka-kemiskinan-di-dki-diprediksi-turun

Monday, July 6, 2015

Mengkhawatirkan, Sebulan 18 Kasus Baru AIDS Ditemukan

KUDUS – Kabupaten Kudus rupanya menyimpan gunung es dalam kasus penyakit HIV/AIDS. Belasan kasus baru ditemukan hanya dalam waktu satu bulan saja. Sebuah angka dan fakta yang mencengangkan dan mengkhawatirkan.

Misalnya saja pada bulan Juni 2015 ini, sebanyak 18 kasus baru AIDS ditemukan. Ini menambah jumlah penderita selama kurun waktu 2008-2015, yang tercatat sebanyak 315 orang.

”Itu memang temuan kami selama bulan Juni kemarin. Ada 18 penderita baru yang kami temukan. Dan cukup mengagetkan, karena ini bisa saja jumlah itu sebenarnya lebih besar dari yang sebenarnya,” kata aktivis HIV/AIDS Kudus, Eni Mardiyanti, kepada koran muria, Senin (6/7/2015).
Dari jumlah 18 orang tersebut, masih didominasi kaum laki-laki. Yakni mencapai angka 13 orang. Sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang.

”Tapi dari 18 orang tersebut, sebanyak tiga orang di antaranya sudah meninggal. Yaitu dua laki-laki dan satu perempuan. Sehingga tinggal 15 orang, yang menambah panjang jumlah penderita dari tahun 2008-2015 menjadi 315 orang,” tuturnya.

Eni bersyukur bahwa dari belasan orang tersebut, tercatat tidak ada anak-anak yang kemudian terinfeksi. Namun, jumlah penderita yang positif mengidap AIDS sendiri, berasal dari usia produktif.
”Ini yang kemudian sangat memprihatinkan. Bagaimana seseorang yang produktif itu, sampai saat ini masih menjadi orang-orang yang terkena infeksi HIV/AIDS. Sungguh membuat kami prihatin sekali. Jumlahnya mendominasi dari keseluruhan penderita,” paparnya.

Tiga Homoseksual Atau LSL Positif AIDS
Dari 18 temuan penderita AIDS yang ditemukan pada bulan Juni lalu, sebanyak tiga orang di antaranya adalah penderita dari kategori Lelaki Seks Lelaki (LSL). Alias kaum homoseksual. Ini adalah temuan baru.

Aktivis AIDS Kudus Eni Mardiyanti mengatakan, ada tiga orang yang berkategori tersebut, yang kemudian positif terinfeksi AIDS. ”Ya, istilahnya memang LSL atau Lelaki Seks Lelaki (LSL). Dan itu merupakan bagian dari 18 orang yang positif tadi,” jelasnya.

Faktor seks, menurut Eni, masih mendominasi penularan HIV/AIDS. Banyak yang kemudian tertular akibat dari faktor ini. ”Baik itu yang dilakukan secara bebas, ataupun kemudian dari suami yang tertular AIDS kepada istrinya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hanya dalam waktu satu bulan, yakni bulan Juni 2015 saja, sebanyak 18 kasus baru AIDS ditemukan di Kabupaten Kudus. Ini menambah jumlah penderita selama kurun waktu 2008-2015, yang tercatat sebanyak 315 orang.

Selain seks, faktor penular lainnya dari penyakit yang sampai saat ini belum diketahui obatnya itu, adalah melalui jarum suntik yang dipakai bersama-sama. Jika salah satunya menderita AIDS, maka bisa menular ketika ada satu jarum suntik yang dipakai bersamaan.

Kemudian, ada juga penularan melalui donor darah. Di mana seseorang yang dinyatakan AIDS, bisa saja menularkan penyakit tersebut melalui aktivitas tersebut.

”Hanya penularan melalui donor darah ini sangat kecil kemungkinan terjadi. Pasalnya, darah yang sudah didonorkan kan, sudah melalui pemeriksaan yang ketat terlebih dahulu. Sehingga bisa terdeteksi kalau kemudian darah itu bermasalah,” terangnya.

Sistem Online untuk Cek Darah Pendonor
Terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit HIV/AIDS melalui donor darah, memang patut disikapi dengan baik. Tidak perlu ada kekhawatiran, karena memang proses donor darah sudah sedemikian ketat dilakukan.

Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus memiliki sistem yang kemudian bisa mendeteksi, apakah darah Anda layak didonorkan atau tidak. Jaringannya bahkan sudah online hingga ke tingkat PMI Pusat.

”Jaringan atau sistem online ini, akan bisa mengenali apakah darah seorang pendonor itu baik atau tidak. Sehingga bis diantisipasi sejak awal,” kata Kepala UDD PMI Cabang Kudus dr Annathesia, belum lama ini.

Jika kemudian diketahui kalau darah pendonor itu tidak layak, menurut Anna, datanya akan dikirimkan ke jaringan PMI yang ada. Sehingga, di manapun orang tersebut berdonor, maka akan langsung diketahui kalau darahnya tidak layak.

”Itu kan, sudah merupakan database, ya. Sehingga saat seseorang mendaftarkan diri, kemudian diketahui bahwa darahnya tidak layak, maka dia akan ditolak untuk donor. Ini database sudah terhubung secara nasional,” paparnya.

Biasanya, menurut Anna, orang yang darahnya mengalami masalah tersebut, akan diberikan surat tembusan oleh UDD PMI. Mereka akan diminta untuk melakukan konseling mengenai apa yang kemudian membuat darahnya dicekal untuk donor.

”Kita surati orang tersebut. Kita jadwalkan untuk konseling. Dengan begitu, dia akan mengetahui masalah darah yang menimpanya. Sehingga bisa ditangani lebih lanjut,” katanya.
Sayangnya, banyak yang kemudian mengabaikan peringatan ini. Mereka tidak segera menindaklanjuti imbauan untuk konseling tersebut. Akibatnya ketika mereka hendak mendonorkan darahnya lagi, mereka ditolak.

”Padahal, ini adalah kesempatan untuk bisa mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada darah seseorang. Sayangnya, banyak yang tidak aware akan hal ini,” jelasnya. (MERIE)

http://www.koranmuria.com/2015/07/06/7948/mengkhawatirkan-sebulan-18-kasus-baru-aids-ditemukan.html


Ratusan Perempuan Berjilbab Idap HIV/AIDS

BANGKALAN - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyebutkan 90 persen penderita HIV/AIDS di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merupakan perempuan berjilbab dan dari keluarga baik-baik.

"Persentase 90 persen ini dari data sebanyak 564 perempuan yang dinyatakan positif menderita HIV/AIDS," kata Khofifah Indar Parawansa di sela-sela haul Ulama Madura di Desa Petereman, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (7/6/2015).

Setelah diteliti, katanya, ke-90 persen perempuan berjilbab yang terinfeksi virus HIV/AIDS tersebut, karena suaminya, memang sering menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK). Sedangkan, PSK yang sering menjadi teman kencan para suami perempuan-perempuan ibu rumah tangga itu, merupakan PSK yang terserang HIV/AIDS. "Akibatnya, ibu-ibu rumah tangga yang baik-baik di rumahnya itu, juga ikut tertular HIV/AIDS," katanya.

Di hadapan para santri dan ulama pengasuh pondok pesantren se-Madura itu, Mensos juga mengemukakan, bahwa yang sering menjadi alasan sebagian orang, khusus wanita terjerumus dalam dunia prostitusi, karena alasan ekonomi. Namun, faktor ekonomi bukan satu-satunya alasan. Ada yang karena keluarganya bermasalah, sehingga menjadikan dunia prostitusi sebagai tempat pelarian.
"Memang faktor ekonomi sangat menentukan. Tapi jika komitmen keagamaan kuat, tentu akan menjadi benteng untuk berbuat sesuatu yang dilarang oleh agama," katanya.

Mensos menjelaskan, saat ini, pemerintah memang sedang memfokuskan pada upaya penanganan masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia, termasuk upaya menghapus praktik prostitusi. "Bapak Kiai dan Ibu Nyai, mohon sambung doanya, saya besok akan ke Ponorogo, akan melakukan penutupan lokalisasi di sana, dan ini merupakan lokalisasi ke-13 yang ditutup di Indonesia," katanya sembari mendapatkan tepuk tangan hadirin yang hadir acara itu.

Kepada para santri dan para ulama serta juru dakwah di Pulau Garam Madura ini, Mensos Khofifah Indar Parawansa juga mengajak, agar dakwah kedepan tidak hanya dilakukan dengan perkataan, akan tetapi juga tindakan.

"Untuk memperbaiki perekonomian masyarakat, kita tentunya perlu melakukan langkah nyata dalam bidang ekonomi dan kami salut atas gerakan ekonomi yang telah dilakukan pondok Pesantren Sidogiri dengan lembaga keuangannya yang kita kebal Baitul Mal Wattanwil (BMT)," kata Khofifah.
(ful)
http://news.okezone.com/read/2015/06/07/519/1161664/ratusan-perempuan-berjilbab-idap-hiv-aids
 

Wednesday, May 27, 2015

Lomba Menulis Cerita, Total Hadiah Rp 89,5 Juta Asyiik Nih!


Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa”  berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:
  1. Cerita rakyat untuk anak
  2. Cerita rakyat untuk umum
Ketentuan Umum:
  1. Naskah cerita merupakan penulisan kembali karya orisinal perorangan yang belum pernah dipublikasikan dan bersumber pada cerita rakyat Indonesia.
  2. Memfollow akun twitter @budayasaya dan fanspage FB kebudayaanindonesia
  3. Cerita rakyat yang ditulis kembali diharapkan diambil dari cerita rakyat yang selama ini belum banyak digali.
  4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan naskah 1(satu) judul.
  5. Panjang naskah terdiri atas 10.000–15.000 karakter (10–15 halaman) tanpa gambar/ilustrasi.
  6. Naskah diketik di atas kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm.
  7. Judul cerita bebas dan sesuai dengan inti cerita dan tema lomba. Cerita tidak mengandung SARA, pornografi, dan kekerasan.
  8. Pendaftaran lomba dimulai tanggal 10 Juni 2015 dan ditutup tanggal 20 Agustus 2015 (stempel pos/jasa Kurir)
  9. Naskah yang dilombakan menjadi milik Direktorat Internalisasi Nilai dan DiplomasiBudaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hak cipta tetap pada pengarang.
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  11. Naskah dan fotokopi KTP/Kartu Pelajar peserta dikirim dalam bentuk softcopy ke alamat emailkekayaanbudaya@gmail.com atau hardcopy ke alamat: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 10. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Telepon: (021) 5725047/5725564.

Hadiah Pemenang baik untuk kategori cerita rakyat untuk anak maupun cerita rakyat untuk umum yaitu:
  • Juara I sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah),
  • Juara II sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),
  • Juara III sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),
  • Harapan I sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah),
  • Harapan II sebesar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah),
  • Harapan III sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah),
  • Enam hadiah hiburan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).
 Ketentuan Khusus:
  1. Pajak hadiah ditanggung pemenang
  2. Dua belas finalis dari dua kategori diundang ke Jakarta untuk wawancara
  3. Karya 12 terbaik akan diterbitkan dalam Katalog Pemenang Lomba.
  4. Tim Juri terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan, akademisi, praktisi, media, dan bahasa.

Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/blog/2015/05/19/lomba-penulisan-cerita-rakyat-tahun-2015/

Tuesday, May 19, 2015

QUO VADIS IKRAR - INDEKS KESEJAHTERAAN RAKYAT


SAPA INDONESIA - Bertempat di Hotel Mercure jalan Kebon Sirih, Jakarta, pada tanggal 4-5 Mei 2015 telah diselenggarakan kegiatan "Konsinyering Pembahasan Indeks Kesejahteraan Rakyat (IKraR)". Acara konsinyering dibuka oleh Asisten Deputi (Asdep) Kedeputian VII Kemenko PMK, Widjanarko Setiawan, dengan moderator Fakhrulsyah Mega, Policy Analyst Sekretariat SAPA Indonesia.

Widjanarko Setiawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian terhadap Indeks Kesejahteraan Rakyat atau yang populer disebut dengan IKraR telah dilakukan sejak 2010, yang kemudian dirilis indeksnya pada tahun 2012.

Wijanarko menekankan perlunya untuk menjalin jaringan dengan Kementerian dan Lembaga dalam rangka sosialisasi IKraR. "Untuk ke depan, substansi IKraR perlu sedikit dilakukan perubahan, menyangkut nomenklatur Kemenko PMK yang juga berubah," dikatakan Wijanarko.

Wijanarko juga menyampaikan perlunya menggali lagi indikator-indikator yang telah ada dan telah digunakan IKraR agar lebih tajam lagi. Setidaknya ada 56 variabel atau indikator yang pernah kita identifikasi, yang kemudian dikerucutkan menjadi 22 buah. Apabila tahun 2015 ini Kemenko PMK bisa menjalankan kesepakatan penggunaan dan pengelolaan IKraR dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) lain dan melakukan pendalaman data sampai dengan tingkat terendah desa (termasuk yang pernah dilakukan di Wonogiri) sehingga penerjemahan istilah "Reinventing IKraR" menjadi lebih bermakna. Validitas eksternal dan internalnya bisa kita pertajam sehingga nantinya IKraR bisa dipakai sebagai tools dalam perencanaan tahunan.

Paparan pertama oleh Dr. Ali Said, MA, dari Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik, BPS. Beliau memaparkan mengenai "Dinamika Indikator dan Instrumen dalam IKraR di Masa Transisi". Kata "Dinamika" memberikan makna dari asal katanya "Dynamics : the pattern of change of an object or phenomenon". Sedangkan maksud "masa transisi" adalah "peralihan, atau masa peralihan". Makna masa transisi secara konteks nasional adalah masa peralihan dari pemerintah periode sebelumnya (SBY) ke pemerintah saat ini (Jokowi). Sedangkan secara konteks global dapat diartikan dengan masa peralihan dari MDGs ke SDGs,dan penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),dan lain sebagainya.

Masa transisi yang ditandai dengan perubahan pemerintahan di konteks nasional dan perubahan di konteks global (misal: dari MDGs ke SDGs, penerapan MEA, dan sebagainya) dapat berpengaruh pada perubahan indikator dan instrumen yang digunakan dalam penyusunan IKraR.
Mengapa perlu meninjau ulang indikator IKraR? Setidaknya terdapat 3 (tiga) hal yang bisa menjadi pertimbangan sebagai dasar peninjauan ulang: (i) Perubahan di tingkat nasional (kebijakan dan program pemerintah), (ii) Perubahan di tingkat global (globalisasi dan SDGs, penerapan MEA, dsb), (iii) Isu-isu Lain (Mis: middle income trap dan bonus demografi).

DR. Ali Said mengusulkan adanya kuesioner pengukuran kesejahteraan (IKRar) di tingkat desa, dengan variabel-variabel yang perlu dipertimbangkan untuk melakukan matching antara Susenas dengan Podes.

Presentasi berikutnya oleh Katiman, SE, MPP, MAP, selaku Plt. Asdep I di Kedeputian VII, dan Ferdiyansyah, yang pernah meneliti IKraR untuk tujuan thesis. Katiman menyampaikan bahwa pilot perhitungan tingkat kabupaten pernah dilakukan di Wonogiri dan Serdang Bedagai. Namun Wonogiri hanya bisa menyampaikan 9 (sembilan) indikator saja.

Selain itu IKraR pernah diuji dari sudut pandang akademis di beberapa universitas (UGM, ANU Australia, dan Univ. of Melbourne, Australia). IKraR banyak mendapat apresiasi misalnya di Kabupaten Gunungkidul dan Kebumen, yaitu mereka lebih menyukai memakai instrument IKraR dibandingkan dengan menggunakan data pengurangan kemiskinan data versi BPS. Tantangan yang belum diwujudkan selama ini adalah sosialisasi IKraR versi bilingual.

Yuniandono Ahmad
Sekretariat SAPA INDONESIA

http://www.sapa.or.id/f2/7679-pembangunan-kesejahteraan-ikrar

Monday, January 26, 2015

Kematian Ibu Hamil dan Bayi Meningkat

Kematian Ibu Hamil dan Bayi Meningkat 

CIBINONG, (PR) Jumlah kematian ibu hamil dan bayi di Kabupaten Bogor meningkat dalam setahun terakhir. Faktor rendahnya pengetahuan kehamilan hingga infrastruktur menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi.

Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Devi Siregar mengatakan, sepanjang 2014, jumlah ibu hamil yang meninggal saat melahirkan sebanyak 64 orang, dan terdata 63 bayi yang meninggal saat dilahirkan. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan 2013 dengan jumlah kematian ibu hamil sebanyak 60 orang dan 146 bayi meninggal dunia.

Ia menuturkan, kasus kematian terbanyak terjadi di Kecamatan Caringin. Terdapat 6 ibu hamil dan 2 bayi yang meninggal dunia sepanjang 2014 di sana.

"Kondisi jalan dari Caringin menuju Rumah Salat Ciawi macet sehingga menjadi kendala saat ibu hamil akan melahirkan," kata dia di kantor Dinkes Kabupaten Bogor, Rabu (7/1/2015).

Di sisi lain, puskesmas di Caringin belum dapat menangani kelahiran tidak normal. Pusat pelayanan khusus ibu dan anak atau poned yang dapat menangani kelahiran tidak normal di Kecamatan Caringin pun jaraknya jauh.

Menurut dia, belum semua puskesmas di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dapat menangani kelahiran tidak normal, sedangkan jumlah poned baru 22 unit.

Devi menjelaskan, kematian ibu hamil dan bayi juga disebabkan minimnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. Hal itu diperparah dengan kurangnya asupan vitamin dan gizi saat kehamilan. Untuk itu, ibu hamil diharapkan memeriksakan kandungan minimal empat kali selama mengandung. "Pemeriksaan di puskesmas gratis, tidak bayar sepeser pun," kata dia seraya menambahkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor akan mengintensifkan kelas ibu hamil di desa-desa.

Pengangkatan bidan

Dari Kota Tasikmalaya dilaporkan, anggota DPR RI Komisi IX, Rieke Dyah Pitaloka menilai, pengangkatan Bidan Pegawai Tidak Tetap sebagai hal yang mendesak. Alasannya, peran bidan sangat dibutuhkan. Di sisi lain, tingkat kematian ibu melahirkan masih sangat tinggi. Berdasarkan data, tingkat kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 359 dari 100.000 kelahiran.

Hal tersebut ia sampaikan pada Pertemuan Bertajuk "Selamatkan Ibu Melahirkan, Selamatkan Bidan PTT" bersama Wali Kota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, Anggota DPR RI Komisi DC, dan sekitar 300 bidan PTT di Kota/Kabupaten Tasikmalaya di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Tasikmalaya, kemarin. Wali Kota Tasikmalaya dan Bupati Tasikmalaya mendukung keinginan Rieke.

Salah satu bidan, Dedeh (50) berharap, langkah itu segera mendapatkan respons dari pemerintah pusat. "Saya sudah 7 tahun menjadi bidan PTT. Hingga saat ini, sistem penggajian pun belum jelas. Jika diangkat menjadi PNS, Insya Allah para bidan akan mendapatkan hak yang lebih baik dan kehidupan yang lebih layak," ujar Dedeh. (Rani Ummi Fadila, Tachta Rizqi Yuandri)

http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=2321

Doa Arifin Ilham Untuk KPK, Polri dan Jokowi

Ustadz Arifin Ilham saat datang ke gedung KPK

Jakarta, HanTer - Kisruh dua lembaga penegak hukum KPK - Polri yang hingga kini tidak kunjung selesai menjadi keprihatian masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Pengasuh Majelis Az-Zikra Ustadz Arifin Ilham yang juga ikut mendoakan agar kisruh KPK - Polri cepat selesai sehingga 2 lembaga tersebut bisa menjadi berwibawa kembali.

Arifin datang ke lembaga antirasuah guna mengisi pengajian rutin bulanan yang selalu digelar KPK. Ustadz yang selalu mengenakan kopiah putih ini datang ke KPK bersama rombongannya sekitar pukul 11.20 WIB.

"Kita mengharapkan di negeri ini ada sosok pemimpin yang berwibawa, jujur, berani, mandiri, tegas. Itu demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," kata Ustadz Arifin Ilham saat memasuki Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Menurut Arifin, saat ini sosok pemimpin yang didambakan semua rakyat Indonesia telah hilang. Oleh karena itu, ia mendoakan agar Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin seluruh rakyat Indonesia untuk tegas menyelesaikan kasus perseteruan KPK - Polri.

"Dengan Presiden yang tegas dan berwibawa, selesai persoalan negara ini," paparnya.

Dalam kesempatan ini Arifin juga berharap dengan sikap tegas Presiden Joko Widodo maka lembaga penegak hukum di Indonesia seperti KPK, Polri dan TNI bisa diisi oleh orang yang bersih, berani dan kuat. Sehingga ke depannya  rakyat Indonesia bisa menikmati kesejahteraan di negerinya sendiri. (Ss)

(Safari)

http://www.harianterbit.com/national/read/2015/01/27/17761/43/25/Doa-Arifin-Ilham-Untuk-KPK-Polri-dan-Jokowi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews