Monday, January 13, 2014

KPK Dorong PT Timah Kampanyekan BUMN Bersih

PANGKAL PINANG, Berita HUKUM - KPK mendukung komitmen PT. Timah (Persero) Tbk dalam rangka menumbuhkan semangat antikorupsi sebagai implementasi dari gerakan BUMN bersih. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedie. A. Rachim, saat menyampaikan kuliah umum bertema “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi” pada Rapat kerja PT. Timah Rabu (8/1) lalu, di gedung Graha Timah, Pangkal Pinang.

“Sejauh ini, PT. Timah memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam hal tata kelola perusahaan yang baik,” ucapnya.

Dedie melanjutkan, PT Timah juga pernah memiliki dua orang mantan direktur utama yang memiliki kepedulian terkait dengan penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang bersih pada masa kepemimpinan Erry Riyana Hardjapamekas dan Kuntoro Mangkusubroto.

“Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan oleh jajaran PT. Timah dalam pelaksanaan operasional perusahaan sehari-hari,” harap Dedie.

Di hadapan dewan komisaris, dewan direksi, dan jajaran manajemen direksi PT. Timah ini, Dedie berharap seluruh jajaran pimpinan PT. Timah dapat mendukung gerakan pencegahan tindak pidana korupsi. “Gerakan tersebut dapat dimulai dengan mengamalkan nilai-nilai dasar integritas,” katanya.

Selain itu, jajaran manajemen PT. Timah juga diminta untuk meningkatkan kepatuhan dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta kepatuhan terhadap mekanisme pelaporan gratifikasi.

Dirut PT. Timah (Persero) Sukrismo merespons baik imbauan tersebut dengan berkomitmen mendukung segala program yang dapat menunjang terselenggaranya tata kelola perusahaan yang bersih di lingkungan PT. Timah.(KPK/hms/bhc/sya)


Sunday, November 24, 2013

Pengidap HIV/Aids Indonesia Mencapai 200 Ribu

Foto: http://jedmorey.com/2011/aids-at-30/
 






TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengeluarkan data yang mengejutkan soal penderita penyakit HIV/Aids. Diperkirakan sebanyak lebih dari 200.000 penduduk Indonesia menderita penyakit HIV/Aids.

“Dengan total populasi 240 juta, kita memiliki prevalensi HIV 0,24 persen dengan estimasi ODHA 186.000. Data itu masih mungkin lebih besar dan bisa capai lebih dari 200.000,” ungkap Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, M. Subuh, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 25 November 2011.

Subuh memaparkan, untuk jumlah kasus sendiri HIV/Aids mengalami penurunan di tahun 2011. Diketahui sebanyak 15.509 dinyatakan positif HIV dan Aids 1805 penderita. ”Sebelumnya di tahun 2010 yang positif HIV 21.591 dan AIDS 4917,” kata Subuh.

Turunnya jumlah penderita itu, lanjut Subuh, juga berakibat pada angka kematian akibat HIV/Aids. Menurutnya, dari tahun 1987 hingga data terakhir September 2011, Indonesia berhasil menurunkan angka kematian hingga di bawah 2 persen. “Ini menunjukkan program perlindungan dan penyembuhan kita berhasil,” tuturnya.

Untuk target prevalensi penderita Aids Indonesia telah mencapai target Millenium Development Goals di tahun 2014 yakni 0,24 persen dari target dibawah 0,5 persen. Target lainnya seperti penggunaan kondom pada hubungan seks beresiko tinggi belumlah tercapai. Saat ini baru 35 persen perempuan dan 20 persen laki-laki yang menggunakan kondom, sementara target di tahun 2014 adalah 65 persen untuk perempuan dan 50 persen untuk laki-laki.

Sedangkan untuk target pengetahuan soal HIV/Aids adalah 95 persen di tahun 2014. Saat ini tingkat pengetahuan di masyarakat baru mencapai 75 persen.

http://www.tempo.co/read/news/2011/11/25/173368488/Pengidap-HIVAids-Indonesia-Mencapai-200-Ribu


Jumlah Penderita HIV/AIDS di Bali Mencapai 26.000 Orang


Hidayatullah.com-- Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa meski jumlah resmi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali adalah 8.141 orang, namun jumlah sebenarnya diperkirakan mencapai 26.000.

Perkiraan tersebut didasarkan atas hasil pemantauan sebaran kasus HIV/AIDS di Bali dan survei pada 2012 terhadap 2.000 responden, dimana 20 persen diantaranya HIV positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak ODHA yang belum terdata dan berpotensi menyebarkan HIV, ujar Suarjaya dalam keteranganya di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Nasional di Denpasar Bali pada Selasa pagi (12/11/2013).

http://www.hidayatullah.com/read/2013/11/13/7258/jumlah-penderita-hivaids-di-bali-mencapai-26000-orang.html


Penderita HIV AIDS Se-Provinsi Mencapai 670 Orang, Terbanyak Di Kota

Kordinator Program Penanggulangan HIV AIDS menemukan peningkatan jumlah penderita HIV AIDS yang cukup drastis di Provinsi Bengkulu. Peningkatan tersebut saat ini bahkan telah mencapai angka 670 orang yang dinyatakan positif sebagai penderita. Temuan tersebut terungkap setelah dilakukan Volunteer Conseling Test atau VCT oleh Pemerintah Provinsi yang menemukan fakta penderta terbanyak dari Kota Bengkulu.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena Volunter Conseling Test atau VCT masih terus dilakukan. Tes yang dilakukan sukarela tanpa biaya apa pun ini dilakukan untuk memastikan seseorang positif terjangkit HIV atau tidak. Bagi masyarakat provinsi bengkulu yang hendak melakukan test dipersilahkan dan tidak perlu khawatir karena hasil test tersebut akan dirahasiakan.

Ketua Kordinator Program Penanggulangan HIV, Kurnadi Sahab mangingatkan masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap waspada karena penularan virus ini tidak melalui udara atau pun sentuhan, melainkan dengan berhubungan badan, jarum suntik dan lainnya. Namun hingga saat ini baik pemerintah atau tim kesehatan lainnya belum dapat menemukan formula sebagai obat untuk menghentikan penyebaran virus ini.

http://rakyatbengkulutv.com/2013/11/23/penderita-hiv-aids-se-provinsi-mencapai-670-orang-terbanyak-di-kota/

  
Tahun 2013, penderita AIDS di DKI Jakarta mencapai 6.973 orang

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati melaporkan jumlah penderita HIV/AIDS di ibu kota meningkat. Penderita AIDS sepanjang tahun 2013 ini mencapai 6.973 kasus.

“Data kita, penderita AIDS, artinya orang yang sudah sakit, itu sebanyak 6.973 kasus,” ujar Dien di Balai Kota, Jakarta, Selasa (22/10).

Kemudian, lanjut Dien, yang terjangkit HIV setiap tahun juga terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun jumlah penderita HIV, kata Dien, sebanyak 24.807, baik dilihat dari pemeriksaan dan survei yang ada.

“HIV itu tidak AIDS, tapi kalau lama-lama tidak diobati akan jadi AIDS,” jelas Dien.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui meskipun jumlah penderita HIV meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, kata Dien, angka kematian dapat ditekan dan diminimalisir.

“Artinya Voluntary Counseling Test (VCT) ini berhasil. Kita data jumlahnya kemudian kita obati. Kalau perlu, kalau semuanya sudah naik, preventif harus tetap kita jalankan. Supaya tidak ada lagi kasus HIV baru,” tandasnya.

Separuh dari angka pengidap HIV/AIDS disebabkan seks bebas. Dengan demikian, para pekerja seks dan pelanggannya adalah strata sosial yang paling rawan terpapar virus mematikan tersebut. Lebih parah lagi bila pelanggan sudah berkeluarga dan berpotensi memaparkan virus HIV/AIDS pada istrinya. Jika istri kemudian hamil, potensi anak mereka tertular HIV/AIDS juga besar.

Berdasarkan data tahun 2009, ada 10 ribu kasus HIV dan 3.000 kasus AIDS. Jumlah ini kemudian meningkat dua kali lipat tahun 2012.

http://indonesia.ucanews.com/2013/10/23/tahun-2013-penderita-aids-di-dki-jakarta-mencapai-6-973-orang/


Puluhan Warga Kota Terjangkit HIV Aids Setiap Bulannya

Data resmi dari pusat penanggulangan hiv aids provinsi bengkulu, tercatat ada 670 penderita penyakit mematikan tersebut yang saat ini bertempat tinggal di sekitar kita. jumlah terbanyak terdapat di kota bengkulu. namun angka ini sendiri diyakini jauh lebih banyak dari publikasi resmi yang disampaikan pemerintah. diyakini sedikitnya terdapat seribu penderita hiv aids yang kini berpotensi menyebarkan virus mematikan tersebut ke puluhan ribu warga lainnya di provinsi bengkulu.

Data dari dinas kesehatan kota berdasarkan laporan klinik puskesmas penurunan dan kantor kesehatan pelabuhan, setiap bulannya ada puluhan warga yang terjangkit penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. penderita hiv aids terus meningkat di bulan januari hingga maret. tercatat 27 orang positif penderita dan layak mendapat anti retrovinal virus. namun 4 bulan kemudian angka ini terus beranjak naik hingga mencapai 78 orang yang memiliki selisih hingga 51 penderita.

Sayang, dinas kesehatan kota enggan menyebutkan data penderita hiv aids secara rinci di 9 kecamatan dalam kota bengkulu. termasuk menyebutkan kecamatan mana yang terbanyak penderita penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini.

http://rakyatbengkulutv.com/2013/11/24/puluhan-warga-kota-terjangkit-hiv-aids-setiap-bulannya/

 

Dua penderita AIDS di Depok meninggal dunia

Sindonews.com - Dalam dua pekan sudah dua orang penderita Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Depok meninggal secara berurutan. Mereka adalah WN (37), warga Cilodong yang meninggal pada Sabtu, 5 Oktober 2013 dan MA (32), warga Kemiri Muka, Beji, Depok yang meninggal pada 26 September.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Kuldesak Samsu Budiman mengatakan, WN sudah tiga kali masuk rumah sakit. WN diidentifikasi sejak dua bulan lalu oleh LSM Kuldesak. Saat itu, WN dibawa ke RSUD Cibinong untuk rawat.

Namun karena peralatan di RSUD Cibinong itu tidak memadai, WN dirujuk lagi ke RS Marjuki Mahdi di Bogor. Setelah hampir sebulan di RS Marjuki Mahdi, dokter menyatakan tak bisa mengobati penyakit penyerta pasien karena alatnya belum ada.

"Kalau alat untuk Aids ada, tapi untuk penyakit penyertanya enggak ada," kata Samsu, Minggu (20/10/2013).

Sementara, pasien MA yang merupakan sopir angkutan kota mengalami penyakit paru. Setelah diidentifikasi dua bulan lalu, MA diberikan obat untuk dikonsumsinya setiap hari.

Pada pertengahan September lalu, obat itu habis dan keluarga tidak melaporkan hal itu ke Kuldesak. "Pas petugas berkunjung kondisinya sudah parah," katanya.

WN dan Ma adalah mantan pengguna obat suntik. Saat ini, LSM Kuldesak sedang menindak lanjuti kasus WN dengan melakukan pemerikasaan istrinya di RS Fatmawati.

Sejak tahun 2013, pihaknya telah menemukan sebanyak 45 kasus baru HIV/AIDS di Depok. Sementara, jumlah orang terindikasi AIDS sejak 2010 sudah mencapai 188 orang. "Depok sangat rentan sekali," katanya.

(mhd)

http://metro.sindonews.com/read/2013/10/20/31/796168/dua-penderita-aids-di-depok-meninggal-dunia

Penderita HIV/Aids di Indonesia Bertambah 8.000 Orang


PENA HIJAU:Jumlah penderita penyakit HIV/Aids di Indonesia terus bertambah. Dalam lima bulan terakhir, jumlah penderita HIV/Aids bertambah sebanyak 8.000 orang
menjadi 152.267 orang.

“Penderita HIV/Aids ini terus bertambah dan menurut catatan dalam kurun waktu lima bulan terakhir bertambah sebanyak 8.000 orang,” ungkap Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Provinsi Kalimantan Selatan, Herman Taufan, Kamis (26/9), di sela-sela kegiatan lokakarya pencegahan HIV/Aids yang menghadirkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan LSM di Banjarmasin.

Saat ini jumlah penderita HIV/Aids di Indonesia mencapai 152.267 orang. Sedangkan di Kalsel, tercatat sebanyak 630 orang, dimana 279 orang diantaranya menderita Aids. “Di Kalsel penderita HIV/Aids yang sudah meninggal dunia sebanyak 105 orang,” tambahnya.

Serangan penyakit yang belum ada obatnya ini, tersebar di 13 kabupaten/kota dimana jumlah terbanyak sebaran HIV/Aids ada di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Mursalin, Anggota Komisi Penanggulangan HIV/Aids Kalsel, mengatakan penyebaran terbesar HIV/Aids di Kalsel adalah melalui hubungan seks yang mencapai 70 persen. “Kalsel ini daerah religius, tetapi fakta di lapangan praktek hubungan seks tidak bertanggung jawab marak terjadi yang memicu tingginya penyebaran HIV/Aids,” tuturnya. (*)

  http://penahijau.org/index.php/berita/248-penderita-hiv-aids-di-indonesia-bertambah-8-000-orang

Saturday, October 12, 2013

Kaka SlanK Meriahkan Malam Penyelamatan Pulau Bangka

JAKARTA, Berita HUKUM - Penolakan beroperasinya tambang di bawah bendera PT Mikgro Megal Perdana (MMP), digaungkan kembali dalam sosialisasi dan konferensi pers yang diadakan bersamaan dengan acara Kongkow Ijo #2, di 365 Eco Bar, jalan Kemang Raya No. 6, Jakarta Selatan.

Usman Hamid dari Change.Org mengatakan, malam ini juga merupakan malam pemberian donasi guna menggalang kepedulian bersama untuk Pulau Bangka yang sangat indah.

"Ini malam donasi untu penyelamatan pulau Bangka di Sulawesi Utara. Terdapat lebih dari 2500 penduduk, banyak satwa dan endemic, terumbu karang yang sangat indah dan luas, namun mulai tercemar oleh limbah, hingga Bunaken ikut terancam," ucap Usman saat membuka acara, Rabu (2/10) di Eco Bar.

PT MMP yang oleh masyarakat di pulau Bangka memang tidak diterima karena akan merusak pulau tersebut secara hukum dianggap melanggar.

"Masyarakat di sana secara tegas sudah menolak, dan sesuai hukum PT MMP telah melanggar hukum, izin explorasi saja sudah merusak pulau Bangka. Banyak persoalan lingkungan di negeri ini yang butuh kepedulian kita semua. Sebenarnya persoalan lingkungan juga sedang terjadi di kota Batu, Malang, dimana sumber air dikuasai sebuah hotel sehingga masyarakat terancam kekeringan," kata Muhnur Satyahaprabu dari WALHI.

Sementara itu dari Green Radio Jakarta, 89,2 FM yang turut mengkampanyekan kepedulian lingkungan, melalui Emma Piper mengungkapkan semua orang Indonesia semestinya peduli pada pulau Bangka. "Kita sudah 8 bulan (sejak siaran), setiap bulan kita punya acara kepedulian pada lingkungan atau alam Indonesia, kita bikin aksi, seperti membuat tas belanja dari kaos bekas," kata wanita bule cantik ini.

KEKAYAAN PULAU INDONESIA

Di panggung yang sama Longgena Ginting dari Green Peace Indonesia mengeluhkan masih banyak pemuda Indonesia yang belum peduli pada persoalan masa depan alam Indonesia yang kaya akan pulau ini, juga para oknum pejabat yang hanya mengejar profit.

"Lebih dari 13.000 pulau-pulau di Indonesia, hanya 28 yang tergolong pulau besar, pulau-pulau ini perlu kita jaga, ini karena pulau-pulau ini sumber pangan masyarakat kita, mineral dan banyak lagi kekayaan. Jangan profit harus di atas people dan planet. Masyarakat di sana jelas menolak, disana juga ada LSM seperti Tunas dan lainnya menolak tambang," ujar Ginting.

Ditambahkannya bahwa aneka satwa yang ada di pulau Bangka juga akan terancam. "Pulau Bangka sekitar 4500 hektar dan sekitar 2500 hektar akan menjadi tambang, (ikan) duyung ada di sana dan banyak lagi keanekaragaman hayati yang ada disana terancam," imbuh Ginting.

Kaka Slank yang turut hadir memeriahkan malam donasi ini, mengaku awalnya kaget saat pertama kali mengetahui bahwa di pulau Bangka akan ada tambang biji besi oleh PT MMP.

"Gue kaget, ada kawan di sana berkata: Beruntung lo sempat diving, karena 2 atau 3 tahun kedepan udah gak bisa diving karena nanti akan ada tambang. Pulau Bangka udah gue anggap rumah gue, gue ama Usman udah bicara dan betapa perlunya kita kampanye menolak tambang, pulau Bangka itu seperti diamond," kata Kaka, dan diakhir acara ikut memberikan donasi dan menyumbangkan beberapa lagu, menghibur sekitar seratusan para pengunjung yang hadir pada malam ini.

Acara ini turut dihadiri para aktivis Green Peace, WALHI, Haris Azhar dari KontraS, Teten Masduki, Ryani Djangkaru, perwakilan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Medina Kamil dari Jejak Petualang.(bhc/mdb)


Sunday, September 22, 2013

Anak Putus Sekolah Jadi Momok

http://sapulidinews.com

Editor: Asep Sabar
Peliput: Tim

RADARBOLMONG, KOTAMOBAGU – Ironis dan terjadi di daerah-daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), dimana kenaikan anggaran pendidikan yang signifikan ternyata tak berbanding lurus dengan upaya penghentian anak putus sekolah.

Tercatat, siswa atau anak siswa putus sekolah dan siswa yang tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya masih banyak terjadi di BMR. Lihat saja tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim). Data Diknas setempat mencatat ada 435 orang Anak Putus Sekolah (APS) tingkat Sekolah Dasar (SD), 237 orang untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sebanyak 135 orang tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), atau ditotalkan sebanyak 807 orang APS.

Kepala Bidang Kurikulum Diknas Boltim, Agus Ruhimat, mengatakan jumlah itu sudah merupakan keseluruhan dari semua tingkatan sekolah yang ada, yakni SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA. “Untuk tingkat SD ada 8.703 siswa, sementara yang putus sekolah sebanyak 5 persen dari jumlah yang ada. Untuk tingkat SMP, ada 3382 siswa, yang putus sekolah sebanyak 7 persen, sedangkan tingkat SMA, sebanyak 4 persen dari jumlah 3382 siswa,“ ungkap Agus.

Yang menarik di Kabupaten Bolmong. Menurut Diknas setempat angka putus sekolah sebenarnya sangat tinggi. “Hingga kini kami masih melakukan rekap ke beberapa instansi terkait dan sekolah,” tegas Plt Kadis Dikas Bolmong, Dra Mariani Massagu, Kamis (12/9) kemarin.
Mariani menambahkan pihaknya juga masih belum memiliki informasi rinci terkait apa penyebab anak-anak putus sekolah di daerahnya. “Yang pasti sampai saat ini kami masih merekap. Kepala Bidang (Kabid) yang punya tugas untuk mendata ini mengaku belum direkap, masih di tingkat cabang dinas. Meski saya baru ditunjuk sebagai Plt, saya tetap akan memberikan teguran keras terhadap mereka yang punya tanggung jawab namun tidak dijalankan dengan baik,” tegas Maraini.

Sementara itu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Kotamobagu, mengaku prihatin dengan tingginya APS di daerah ini. Karenanya Dikpora akan segera melakukan sensus terhadap hal itu. ‘’Selain karena hasil rakor bersama kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, sensus yang akan dilakukan nanti menjadi bahan bagi daerah untuk melakukan evalusi,’’ ujar Kepala Dikpora Sa’ir Lentang, ketika dikonfirmasi, Kamis (12/9) kemarin.

Di Kota Kotamobagu sendiri, menurut mantan sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kotamobagu ini, angka siswa drop out (DO) tidak menunjukkan angka yang siknifikan. Namun hal tersebut, tidak harus menjadi pihaknya terlena, sehingga perlu untuk diantisipasi. ‘’Jika melihat dari hasil rakor kemarin. Banyaknya siswa yang terpaksa putus sekolah diakibatkan pergaulan yang saat ini cendrung bebas. Sehingga menjerumuskan mereka ke hal-hal yang negatif,’’ ungkap Lentang.
Beberapa langkah antisipasi yang dilakukan Dikpora, kata kadis, adalah dengan membuka kelompok sanggar belajar untuk dapat menyarankan kepada para siswa untuk dapat mengikuti ujian paket C. ‘’Dari data yang ada saat ini, jumlah APS untuk tingkat SMP dan SMA itu berkisar 12 sampai 15 orang. Dan ini bukan karena faktor kurangnya fasilitas pendidikan atau karena ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anak mereka,’’ ujar Lentang, saat ditanyakan faktor yang mempengaruhi siswa di Kotamobagu hingga DO.
Datanya untuk APS SD/MI sebanyak 64        orang dari jumlah siswa sekolah 13,521 atau hanya         0.47 persen. Beikutnya untuk tingkat SMP/MTs sebanyak 90 orang APS dari jumlah siswas sekitar 7,179 atau 1.25 persennya. Terakhir untuk tingkat SMA/SMK/MA sebanyak 120 orang dari sekitar 6,077 siswa sekolah atau hanya 1.97 persen saja. Bila ditotalkan APS di Kotamobagu berjumlah 283       dari siswa sekolah sebanyak 29,359 atau hanya 0.96 persen saja.

Bila dibandingkan, rata-rata siswa putus sekolah didominasi oleh siswa perempuan. ‘’Dan menjadi perhatian kami untuk dapat memberikan pembelajaran kepada siswa, khususnya pada usia remaja untuk tidak terlibat pada hal-hal yang menjerumuskan mereka pada hal-hal yang tidak baik. Sekolah sekarang juga sudah harus pro aktif melakukan konseling ke rumah-rumah karena tidak alasan untuk tidak sekolah, karena banyak anggaran untuk itu seperti BOS dan lain-lain. Dan apabila berniat APS ingin kembali sekolah, maka pihak sekolah siap menampung dan memberikan keringanan.”

Pamkab Bolmong Utara (Bolmut) melalui Kepala Dinas Pendidikan, Fatsoen Bata, saat dikonfirmasi kemarin mengaku pihaknya sudah mendata semua APS yang ada di daerahnya. “Namun kalau ditotalkan dengan jumlah siswa sekolah, angka APS masih kecil. Meski begitu kami tetap akan memperhatikan keberadaan mereka agar mau kembali ke sekolah,” tegas kadis.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada beberapa persoalan yang membuat angka putus sekolah masih cukup tinggi. Pertama, terkait dengan kemiskinan yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Kemiskinan jelas menjadi momok dalam dunia pendidikan. Program sekolah gratis untuk tingkat SD dan SMP yang didengungkan pemerintah, ternyata belum sepenuhnya terealisasi. Di sana-sini masih terdengar kabar maraknya pungutan liar (pungli) terhadap siswa baru. Demikian juga saat kenaikan kelas, masih saja ada sekolah yang memungut sejumlah uang dari siswa. Belum lagi untuk pembelian buku dan lembaran kerja siswa (LKS), meski pemerintah memiliki program BOS buku dan buku sekolah elektronik (BSE). Semua itu membutuhkan biaya tak sedikit dan pasti sulit dipenuhi keluarga miskin.

Berikutnya terkait minimnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan, terutama pada  keluarga miskin. Selama ini mereka hanya berpikir pendek untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian kondisi geografis juga menjadi kendala anak-anak bersekolah. Kondisi geografis yang tak menguntungkan itu membuat sebagian anak lebih senang berdiam di rumah daripada menimba ilmu di sekolah. Yang tak kalah penting adalah alokasi anggaran pendidikan yang terkadang tidak tepat sasaran dan minim pengawasan. (*)

Anak Putus Sekolah BMR
DAERAH                      SD              SMP           SMA/K       JUMLAH
Bolmong                       –                 –                 –                 –
Bolmong Selatan         27               50               28               105
Bolmong Timur            435             237             135             807
Bolmong Utara             125             69               47               241
Kotamobagu                64               90               129             283

Sumber: Diknas se-BMR

http://www.radarbolmong.com/read/2605/anak-putus-sekolah-jadi-momok.html

Tuesday, September 3, 2013

Bahagiakan Orang Miskin dengan Menikahkan Secara Resmi


Oleh Aditya Eka Prawira


Salah satu langkah yang ditempuh Yayasan Pondok Kasih yang menaungi aktivitas dr. Michael Leksodimulyo, MBA, M. Kes bersama timnya untk membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia adalah dengan melakukan pernikahan massal yang dilegalkan setiap tahunnya.

"Saya bersama tim mencari orang-orang yang tidak mampu, dan kami nikahkan," kata Michael. "Seluruh suku dan agama yang berbeda, digabung menjadi satu," tambahnya.

Pada saat pernikahan itu terjadi, jelas Michael, maka masyarakat tersebut akan bersuka cita sudah memiliki pasangan, dan sudah tentu bersuka cita sudah mendapatkan akte pernikahan.

"Akte pernikahan itu penting. Ketika nantinya pasangan memiliki anak, maka anak tersebut dapat memiliki akta kelahiran. Ketika anak mendapatkan aktta kelahiran, maka anaknya dapat disekolahkan," kata pria yang pernah menjadi staf direksi di Rumah Sakit Adi Husada, Surabaya, Jawa Timur.

Dengan anak bersekolah, maka kemungkinan untuk hidup yang lebih baik lagi akan tercapai. Jika anak tak bersekolah, apa yang ia dapat?, tanyanya menggugat.
(Adt/Abd)

http://health.liputan6.com/read/616978/bahagiakan-orang-miskin-dengan-menikahkan-secara-resmi

Monday, September 2, 2013

Something Different in Puri Bunga Resort and Spa

 Foto: Puri Bunga Resort and Spa

Bali province is very well known with the beautiful enchanting tourist beaches, which are not only well known in the country but has been widely known in the international world. Various tourist attractions in Bali, Spa is a complementary addition to one hotel, cafe, restaurant scattered and ready to pamper tourists visiting Bali.

There is something different in Puri Bunga Resort and Spa, a place which is located on highway Kedewatan Ubud Gianyar Bali is very interesting with the green scenery of Bali by trees, very unfortunate if it is passed. The tourists can enjoy a spa or massage therapy, natural fresh air typical of the island will be felt immediately.

Keep in mind, the origin comes from the Spa town Spa in Belgium and is traditionally used to indicate a place where water that is believed to have healthful properties. It usually is a hot mineral water bathing pool with high quality and secure. Spa is very good therapy for the treatment and is well known in many countries.
 

Over the years, today's modern spa, has been combined with a variety of services that essentially focused on the health of body, mind and spirit as well as beauty treatments. The spa itself is very common to spot the celebrities to take care of her beauty and pamper yourself with friends and family.

The treatments is located in Puri Bunga Resort and Spa, which is Facials, Manicures, Massages, Pedicures, Spa Package, Wellness or Integrative. With the friendly service from the experts, Puri Bunga Resort and Spa open from Monday to Sunday starting at 08:00AM - 21:00PM.

Spa is also known not only for women, many men also need a spa for fitness and health care or as a therapeutic healing and calming the mind. Puri Bunga Resort and Spa there is a pool that directly deal with the natural beauty of green, trees and flowers, all look stunning, giving the impression of peace and quiet.(mdb)

Diskusi Penyelamatan Ekosistim Danau Toba dan Hutan Harus Aksi Nyata

JAKARTA, Berita HUKUM - Pelestarian lingkungan sejak dulu merupakan persoalan yang tidak mudah diwujudkan, tapi sering disebut-sebut oleh berbagai pihak. Demikian pulan halnya dengan Pemerintah Indonesia yang sejak beberapa tahun lalu memberikan penghargaan Kalpataru kepada mereka yang berjasa demi lingkungan yang lestari.

Namun saat ini, pemberian penghargaan itu tidak lebih dari celebrate semata tanpa dukungan lebih lanjut dari Pemerintah di berbagai level untuk benar-benar membantu dan menghargai lingkungan. Hal ini yang menyebabkan banyak penerima Kalpataru merasa upaya yang mereka lakukan seakan sia-sia.

"Hutan di wilayah Samosir dan Toba Samosir telah berkurang luasnya, sejak beroperasinya PT Indo Rayon (Sekarang PT Toba Pulp Lestari) yang membutuhkan kayu untuk bubur kertas," kata Wilmar Simanjorang peraih Kalpataru dan Wanalestari, Minggu (1/9) di Kantor Pusat Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), jalan Tegal Parang Utara No. 14 – Mampang, Jakarta.

Lebih lanjut Wilmar mengatakan bahwa, permohonan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) baik dari perusaahan luar negeri maupun lokal yang ditujukan kepada Bupati Samosir, 7 tahun lalu ditolaknya. "Saya tolak waktu itu, karena saya masih menjabat sebagai Bupati," ucap mantan Bupati Samosir ini.

Penolakan Wilmar memiliki dasar yang kuat, dimana pentingnya kelestarian lingkungan dan hutan yang semakin gundul. Kondisi ekosistim danau Toba pun mengalami kerusakan yang serius. Hal tersebut nampak pada 2 subjek, yaitu luas tutupan hutan terus berkurang dan kualitas air danau yang telah tercemar ringan.

Keprihatinan melihat rusaknya ekosistim danau Toba, juga disampaikan Marandus Sirait. Menurutnya hutan Telle yang tersisa 800 hektar, sangat berharga bagi masyarakat di lingkungan Toba.

"Jangan bandingkan hutan di wilayah Toba dengan Kalimantan. Kami sangat menyesalkan pemberian IPK kepada PT GDS dan siapapun oleh Dinas Kehutanan dan Bupati setempat. Kami sangat mengharapkan Bupati segera mencabut izin tersebut, sebagai bentuk perbaikan atas kebijakan yang kami anggap keliru," tegas Marandus.

Sementara itu, Hasoloan Manik yang juga peraih penghargaan Kalpataru, bersusah payah menjual kambingnya untuk bisa datang ke Jakarta. Hal ini dilakukan karena hutan makin terancam kelestariannya. "Pepohonan terus ditebangi, ini sangat memprihatinkan, butuh kepedulian kita bersama," ujar Manik dengan berapi-api.

Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai kawasan tujuan wisata dan kawasan strategis nasional harus dijaga fungsi dan kelestariannya. WALHI yang mendukung dan mencoba memfasilitasi serta melakukan advokasi terhadap para aktivis yang peduli dan cinta pada lingkungan di Indonesia, akan mengawal persoalan ini.(bhc/mdb)


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews